SketsaNusantara.id – Kabupaten Wonosobo kembali mencuri perhatian publik, kali ini lewat kemunculan Patung Biawak berukuran besar yang berdiri kokoh di pinggir Jalan Raya Nasional Ajibarang–Secang, tepatnya di Desa Krasak, Kecamatan Selomerto.
Patung unik ini berdiri tidak jauh dari Jembatan Krasak, kawasan yang dulunya dikenal sebagai "Jembatan Biawak" karena seringnya hewan tersebut terlihat di sekitar aliran sungai.
Berbeda dari patung-patung lain yang menuai kontroversi karena desain dan anggaran, Patung Biawak ini justru mendapat sambutan positif dari warganet.
Detail sisik hingga postur tubuh yang nyaris menyerupai hewan aslinya, membuat patung ini terlihat sangat hidup, hingga kerap mengejutkan para pengendara yang melintas.
Spot Swafoto Baru, "Krasak Mbenyawak" Makin Dikenal
Keberadaan patung ini kini menjelma sebagai daya tarik baru di Wonosobo. Banyak warga dan pengunjung rela berhenti sejenak untuk berswafoto, menjadikan area ini sebagai destinasi Instagramable yang sedang naik daun.
Penduduk lokal pun menyebut kawasan ini dengan istilah khas "Krasak Mbenyawak", merujuk pada sejarah keberadaan biawak di sekitar jembatan tersebut.
Selain sebagai ornamen jalan, tugu ini juga memperkuat identitas budaya dan sejarah lokal. Warga menganggapnya sebagai simbol kebanggaan baru bagi Desa Krasak.
Patung Realistis dengan Anggaran Mini
Berdiri setinggi lima meter di jalur strategis penghubung Wonosobo-Banjarnegara, patung ini dibangun di bekas lokasi rumah makan Belimbing, tempat yang sempat dianggap angker setelah lama terbengkalai.
Menariknya, proyek ini hanya menelan biaya sekitar Rp50 juta, yang seluruhnya berasal dari dana desa. Dibandingkan dengan proyek patung lain di Indonesia, angka ini tergolong sangat hemat dan dinilai sebagai penggunaan dana publik yang tepat sasaran.