Dibandingkan Patung Kura-kura, Gajah, hingga Pesut
Tak sedikit netizen yang membandingkan Patung Biawak ini dengan beberapa patung kontroversial lainnya di Tanah Air.
Misalnya, patung kura-kura senilai Rp15,6 miliar di Sukabumi yang dibuat dari kardus dan bambu, namun akhirnya rusak sebelum dimanfaatkan sebagai ikon daerah.
Ada juga patung gajah di Gresik yang menelan dana Rp1 miliar, tetapi tampil tanpa mata dan telinga, membuatnya terlihat seperti hewan abstrak.
Tak ketinggalan, Tugu Pesut di Samarinda yang menghabiskan Rp1,1 miliar, juga disorot karena bentuknya dinilai tidak menyerupai pesut.
Sebaliknya, Patung Biawak di Wonosobo dipuji karena tampilan yang “terlalu detail” dan “sangat nyata.”
Beberapa komentar menyebut karya ini jauh lebih baik dibandingkan “penyu kardus” yang sempat viral karena kualitasnya yang mengecewakan.
“Kok cuma 50 juta sih pak, yang lain kan miliaran,” tulis akun @alfiadaxxx.
“Viralkan terus, biar malu yang bikin penyu kemarin,” sahut akun @archiekurosxxx.
“Gajah Gresik kayak modelan anakku bikin dari mainan lilin malam,” sindir akun @triandaxxx.
Bukti Kreativitas Tak Butuh Anggaran Fantastis
Patung biawak ini membuktikan bahwa karya publik bisa tampil memukau tanpa harus menguras anggaran. Dengan sentuhan kreativitas dan pemanfaatan dana yang efisien, Desa Krasak sukses menciptakan ikon baru yang tak hanya menarik perhatian tapi juga mengangkat potensi lokal.
Artikel Terkait
Seperti di Luar Negeri! Swiss Van Java di Wonosobo, Petualangan Eksotis di Jantung Jawa Tengah
Pintu Langit Sky View Dieng, Destinasi Instagramable dengan Pesona Golden Sunrise di Wonosobo
Berapa Tarif Bus Rosalia Indah? Viral Pencurian Laptop di Jalur Rawan Wonosobo-Bekasi
UMK Wonosobo 2025 Naik 6.5 Persen Berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Tengah, Lebih Besar dari UMK Purworejo?