Akhirnya keinginannya untuk belajar membaca pun muncul karena merasa malu kepada para pembeli.
Perjalanan Mustakim saat berjualan buku ini pun penuh lika-liku karena ada perbedaan tentang iklim perbukuan dulu dan sekarang.
Ia tetap berjuang untuk bertahan di sana, namun sekitar tahun 1998-2004 sempat berhenti berjualan buku.
Hingga akhirnya setelah tiga tahun berselang, Mustakim memutuskan untuk kembali berjualan buku.
Tetapi dengan cara yang berbeda, yaitu berkeliling serta hanya menunggu pembeli di rumahnya.
Saat ini, Mustakim masih yakin jika buku cetak tetap dibutuhkan meski di tengah-tengah era buku digital.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini