Dalam unggahan warganet lainnya, suara gemuruh terdengar jelas dan lebih keras saat gempa terjadi yang membuat warga khawatir hingga beberapa orang keluar rumah.
"Gemuruh kedengeran keras banget, beneran pagar sama lampu goyang-goyang, lagi enak rebahan jadi kaget, serem banget, ternyata rumah dekat banget dengan titik pusat gempa," komentar akun @Raitolala.
Terkait hal ini, BMKG menjelaskan bahwa gempa bumi yang mengguncang Bogor merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif," tulis akun @bmkgbandung.
Lebih lanjut, Daryono selaku Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG menyebut bahwa gempa Bogor ini merupakan mekanisme dari aktivitas sesar Citarik. Ia menyebut Bogor diguncang gempa susulan sebanyak 4 kali dengan kekuatan lebih rendah.
"Pembangkit Gempa Bogor diduga kuat adalah Sesar Citarik dengan mekanisme geser mengiri (sinistral strike-slip), hingga saat ini sudah terjadi gempa susulan sebanyak 4 kali dengan magnitudo 1,6 sampai 1,9 SR," ungkap Daryono dalam unggahan akun X @DaryonoBMKG pada hari Jumat, 11 April 2025.
Menurutnya, suara gemuruh yang terdengar saat gempa bumi terjadi adalah hal yang wajar apalagi jika terjadi di kedalaman dangkal.
"Gempa sangat dangkal biasanya disertai suara ledakan, dentuman & gemuruh seperti yang terjadi di Bogor, gempa mag.4,1 SR disertai suara gemuruh & dentuman adalah hal wajar," kata Daryono.
"Suara ini sekaligus sebagai bukti bahwa gempa terjadi pada kedalaman sangat dangkal dan gemuruh ini muncul karena ada getaran frekuensi tinggi yang dekat permukaan sehingga bisa terdengar dengan jelas," tuturnya.
Suara gemuruh atau dentuman ini biasanya muncul akibat pergerakan tanah atau batuan di bawah permukaan yang sangat cepat saat gempa terjadi.
Ketika sesar aktif bergerak, energi yang dilepaskan menciptakan getaran akustik yang terdengar seperti gemuruh, terutama di wilayah dengan tanah lunak atau sedikit vegetasi.
Fenomena ini sebenarnya wajar dan bukan pertanda bahaya tambahan, tapi memang bisa menambah kaget warga apalagi ada yang berdampak pada kerusakan rumah mereka.