"Oke, kalo masalah ini bisa kita perbaiki, tapi kemudian beredar naskah-naskah karangan, come on! kalian kan punya wakil rakyat dan tidak semua di pemerintahan," tandasnya.
Perkataan lain yang tak kalah menarik perhatian adalah ketika Prabowo menanggapi soal komunikasi pejabat negara khususnya menyoal komentar Hasan Nasbi yang justru menganggap teror kepala babi kepada jurnalis sebagai bahan guyonan.
"Itu salah ucap karena kan tim saya ini kan orang-orang baru di pemerintahan, jadi kurang waspada dan kurang berhati-hati dalam berbicara," ujar Prabowo.
"Menurut saya memang teledor, dan soal teror ini saya kira juga ada yang ingin mengadu domba dan menciptakan suasana tidak baik sehingga pemerintahan selalu disorot," tandasnya.
Sederet perkataan Prabowo ini mendapat sorotan dari banyak pihak termasuk netizen makin gregetan dan menyebut jawaban Presiden yang dianggap berbelit-belit dengan analisis yang buruk sehingga penjelasannya tidak sesuai konteks.
Bahkan ada warganet yang satir merespon perkataan Prabowo dengan cuitan lawas Fufufafa yang dulu sering mengolok-ngolok Ketum Partai Gerindra itu.
"5 menit nonton, Fufufafa: Anjr*t ngomong apa sih, wkwkwk. 10 menit nonton, Fufufafa: Ini termasuk pinter atau bodoh? 15 menit nonton, Fufufafa: Kalo gue jadi Najwa gue tampolin satu-satu orangnya Prabowo, berisik banget," respon netizen dalam kompilasi cuitan lawas Fufufafa yang diunggah akun Instagram @bangsamahasiswa pada hari Selasa, 8 April 2025.
"Jujur ya, 3 jam nonstop gue nonton gak nyambung dibawa muter-muter gak ngerti konteks, pertanyaan dan yang paling menyedihkan ini orang kaya gak baca berita dan gak tau apa-apa kejadian sebenarnya di lapangan," komentar akun @wordfangs
"Cuma bikin kuping panas aja, sakit hati gue ikut demo murni pengen aspirasi didengar eh malah dituding pendemo bayaran, bukan cuma anti kritik, beliau ternyata civil phobia," komentar akun @12floxs.
"Pak Presiden sengaja jawabannya dibikin gak nyambung, karena kalau dia jawab sesuai maksud dan konteks dari pertanyaan akan sulit untuk cari alasan dan pembenaran, makanya dibelok-belokin jawabannya keluar dari konteks supaya bisa mengelak. Emang begitulah seni berkomunikasi 02 dari tingkat presiden sampai buzzer, pola komunikasinya sama," sindir akun @anjingkagett.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini