Desa Wunut juga menarik perhatian publik karena tradisi pembagian Tunjangan Hari Raya (THR) kepada warganya yang dimulai sejak tahun 2023. Dana untuk program ini berasal dari pendapatan Umbul Pelem, yang pada tahun 2024 mencatatkan omzet sebesar Rp6 miliar.
Setiap warga menerima THR sebesar Rp200.000 per jiwa. Selain itu, desa ini juga mendaftarkan warganya dalam program jaminan sosial. Iwan menjelaskan bahwa tujuan program ini adalah agar pemerintah desa dapat hadir untuk warganya, baik dalam situasi suka maupun duka.
Awalnya, pada tahun 2018, perangkat desa, BPD, dan ketua RT/RW didaftarkan ke program BPJS Ketenagakerjaan untuk program JKN dan JHT. Seiring waktu dan peningkatan pendapatan, pada tahun 2020, semua kepala keluarga didaftarkan, diikuti oleh pekerja perempuan pada tahun 2021, dan warga yang belum memiliki BPJS Kesehatan pada tahun 2022. "Karena perlindungan diri sudah tercapai, akhirnya di tahun 2023 kami mulai memberikan bantuan tunai langsung berupa THR itu di momen Ramadan," imbuh Iwan.
Corporate Secretary BRI, Agustya Hendy Bernadi, mengungkapkan bahwa hingga akhir 2024, Program Desa BRILiaN telah diikuti oleh 4.327 desa yang aktif berinisiatif dan berkomitmen untuk maju melalui program-program yang telah direncanakan.
"Desa BRILiaN merupakan program pemberdayaan desa yang bertujuan untuk menghasilkan role model dalam pengembangan desa melalui implementasi praktik kepemimpinan desa yang unggul serta semangat kolaborasi untuk mengoptimalkan potensi desa berbasis Sustainable Development Goals (SDGs)," pungkas Hendy.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!