news

Donald Trump Naikkan Tarif 32 Persen untuk Indonesia, Jusuf Kalla Sebut Indonesia Tak Perlu Khawatir

Minggu, 6 April 2025 | 06:00 WIB
Jusuf Kalla saat terangkan efek tarif Trump naik 32 persen untuk Indonesia. (Tangakapan layar YouTube KOMPASTV )

Apalagi menurutnya, indonesia saat ini memiliki ketahanan ekonomi yang cukup untuk menghadapi tantangan ini sebab Indonesia berada dalam urutan ke 4 daripada negara saingan kita seperti Vietnam dan Thailand.

"Jadi efek itu tak sebesar itu menurut perkiraan saya," imbuhnya.

Sebab itu Jusuf Kalla berpendapat bahwa Indonesia perlu mencari cara untuk meningkatkan daya saing produknya dan mencari pasar ekspor alternatif.

Sementara itu kebijakan tarif 32 persen akan berdampak pada beberapa sektor yang diperkirakan akan terkena dampak signifikan adalah sektor mebel, otomotif, dan elektronik.

Kenaikan tarif ini dapat menyebabkan penurunan permintaan produk Indonesia di pasar Amerika Serikat, yang pada akhirnya dapat berdampak pada penurunan produksi dan potensi pemutusan hubungan kerja (PHK).

Untuk itu Jusuf Kalla menyarankan agar Indonesia lebih gencar melakukan diversifikasi pasar ekspor dengan cara mencari pasar-pasar baru di luar Amerika Serikat, seperti negara-negara di Asia, Eropa, dan Afrika.

Selain diversifikasi pasar, Indonesia juga perlu meningkatkan daya saing produknya, hal ini dapat dilakukan dengan meningkatkan efisiensi produksi, meningkatkan kualitas produk, dan menurunkan biaya produksi.

Sebab Kebijakan tarif ini juga berpotensi memberikan tekanan pada nilai tukar rupiah maka kebijakan tarif Trump akan memberikan tantangan bagi perekonomian Indonesia, tetapi bukan merupakan ancaman yang sangat besar.

Indonesia hanya perlu mengambil langkah-langkah proaktif untuk mengatasi tantangan ini dan memastikan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, sebab menurutnya angka-angka ini pressure agar setiap negara bisa bernegosiasi lagi.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!

Halaman:

Tags

Terkini