news

Kucing vs Ani-Ani: Lita Gading Bongkar Drama Rekaman 2,5 M Lisa Mariana dan Ridwan Kamil! Model Majalah Dewasa Tersudut?

Sabtu, 5 April 2025 | 12:29 WIB
Psikolog Lita Gading soroti rekaman percakapan Ridwan Kamil yang diperas Lisa Mariana. (Kolase Instagram/lisamarianaaa/ridwankamil)

SketsaNusantara.id – Isu rekaman suara yang diduga melibatkan Lisa Mariana dan Ridwan Kamil tengah menjadi sorotan publik. Dalam rekaman tersebut, Lisa diduga meminta uang tutup mulut kepada Ridwan Kamil sebesar Rp2,5 miliar.

Menanggapi hal ini, psikolog Lita Gading memberikan analisis melalui akun TikTok pribadinya @litagading5. 

Ia menyoroti bahwa percakapan dalam rekaman tersebut terasa tidak natural, terutama jika benar terjadi dalam suasana yang penuh tekanan atau konflik.

Baca Juga: Mengaku Dihubungi Istri Ridwan Kamil, Ayu Aulia Ungkap Kemungkinan Ada Permainan atas Tudingan Lisa Mariana

1. Nada Suara Tidak mencerminkan Emosi

Lita menyatakan bahwa percakapan dalam rekaman terdengar terlalu tenang dan tidak sesuai dengan kondisi emosional seperti marah, kesal, atau tertekan.

"Kalau kita bicara dalam keadaan emosi, marah, tertekan kesal, dan sebagainya, maka perbincangan ini tidak setenang ini," ujar Lita Gading, dikutip SketsaNusantara.id pada Sabtu, 5 April 2025, menekankan bahwa nada bicara dalam rekaman itu tidak mencerminkan situasi emosional.

Baca Juga: Sebut Ingin Meluruskan Berita Miring, Ayu Aulia Bongkar Fakta Lisa Mariana Sudah Punya 2 Anak dan Suami yang Berprofesi....

2. Tidak Ada Interupsi atau Pemotongan Kalimat

Menurut Lita, dalam situasi yang benar-benar memanas, percakapan biasanya dipenuhi dengan interupsi atau pemotongan pembicaraan oleh kedua pihak.

"Yang namanya orang dalam keadaan emosi, ada pemotongan kalimat. Kita belum ngomong aja disela, dipotong oleh orang tersebut," tambahnya.

3. Dugaan Rekaman Hasil Manipulasi Teknologi (AI)

Berdasarkan ciri-ciri itu, Lita menduga bahwa rekaman yang beredar bukanlah rekaman asli, melainkan produk dari manipulasi teknologi suara berbasis kecerdasan buatan (AI).

Fenomena ini memang tengah marak belakangan, di mana teknologi deepfake audio semakin mudah diakses dan digunakan untuk menyebarkan informasi palsu.

Halaman:

Tags

Terkini