news

Viral! Goyang Wadidaw di Sukabumi, Kreativitas Atau Pengemis Online? Gubernur Jawa Barat Dedy Mulyadi Kena Sentil

Minggu, 6 April 2025 | 09:25 WIB
Fenomena joged wadidaw di Sukabumi (Instagram @info.indo)

 

SketsaNusantara.id – Baru-baru ini, tren goyangan bernama "Goyang Wadidaw" tengah ramai di media sosial, khususnya di TikTok.

Goyang Wadidaw merupakan tren joget yang dilakukan oleh sekelompok warga di sebuah desa di Sukabumi, Jawa Barat. Tren ini bermula dari aktivitas siaran langsung (live streaming) di TikTok, di mana sekelompok warga—yang sebagian besar berprofesi sebagai petani—berjoget sambil meneriakkan kata “Wadidaw” secara berulang-ulang.

Goyangan ini memiliki gerakan yang tidak jauh berbeda dari joget sadboi yang juga sempat viral di media sosial, seperti dilansir dari kanal YouTube tvOneNews.

Baca Juga: Ruben Onsu Umumkan Resmi Jadi Mualaf, Ini Pendapat Sarwendah Atas Keislaman sang Mantan Suami

Fenomena Goyang Wadidaw ini menarik perhatian publik karena para warga tersebut dikabarkan rela meninggalkan pekerjaan utama mereka sebagai petani demi mengejar penghasilan tambahan dari aktivitas live streaming TikTok.

Video-video mereka menampilkan kelompok orang yang berjoget di tengah suasana pedesaan yang asri, dikelilingi pepohonan, yang justru menambah daya tarik visual pada konten mereka.

Tren ini memicu beragam reaksi dari warganet. Ada yang mendukung kreativitas warga desa, namun tak sedikit pula yang merasa prihatin atas dampaknya terhadap profesi utama mereka dan nilai-nilai budaya lokal.

Baca Juga: Sisa Biskuit Lebaran Remuk dan Terlihat Tak Bisa Dimakan Bunda Bisa Bikin Kue Cantik Ini, Dijamin Bocil-Bocil akan Berebutan

Beberapa warganet menyayangkan keputusan banyak warga yang memilih meninggalkan dunia pertanian dan beralih menjadi full-time streamer TikTok dengan mengandalkan Goyang Wadidaw sebagai daya tarik utama.

Penghasilan mereka diperoleh dari gift yang diberikan oleh para penonton saat live streaming. Gift tersebut bisa diuangkan, sehingga aktivitas ini dianggap sebagai alternatif mencari penghasilan tambahan.

Namun, fenomena ini juga menimbulkan pertanyaan serius tentang perubahan pola mata pencaharian masyarakat dan potensi dampaknya terhadap sektor pertanian di daerah tersebut.

Tak heran, banyak warganet yang menyuarakan keprihatinannya:

"Pengemis online," tulis akun @nan***.

Halaman:

Tags

Terkini