Tak hanya itu, program ini juga melaksanakan kegiatan Underwater Clean Up, yaitu pembersihan bawah laut guna menjaga kebersihan perairan dan melindungi biota laut.
Wakil Ketua POKMASWAS Gili Matra, Hasanuddin, mengungkapkan bahwa hasil dari program ini sudah mulai terlihat.
Ia menyebutkan bahwa populasi ikan di sekitar kawasan konservasi meningkat, kondisi terumbu karang membaik, dan daya tarik wisata bahari semakin kuat.
“Suatu kepuasan bisa melihat secara langsung kepedulian masyarakat dalam membantu pemulihan ekosistem laut melalui program BRI Menanam. Semoga program ini terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi lingkungan,” ujar Hasanuddin.
Selain restorasi laut, program BRI Menanam juga memberikan manfaat bagi pelaku wisata bahari. Beberapa inisiatif yang dilakukan antara lain:
1. Sertifikasi Eco-Diver & Trainer Diver bagi 10 anggota komunitas lokal.
2. Pelatihan pemandu wisata snorkeling untuk meningkatkan kualitas layanan wisata.
3. Penyediaan sarana wisata bawah laut, seperti fasilitas snorkeling dan penyelaman.
Dengan adanya inisiatif ini, para pelaku wisata di Gili Matra semakin memiliki keterampilan dan pengetahuan untuk mengembangkan wisata berkelanjutan yang ramah lingkungan.
Corporate Secretary BRI, Agustya Hendy Bernadi, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen BRI dalam menjaga ekosistem laut dan memerangi perubahan iklim. Ia berharap kegiatan transplantasi terumbu karang ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi masyarakat setempat.
“Kami terus berkomitmen menjaga ekosistem laut sebagai aksi nyata BRI dalam memerangi perubahan iklim. Semoga kegiatan ini mampu memberikan manfaat bagi keberlanjutan alam dan perekonomian masyarakat,” katanya.
Sejak pertama kali dilaksanakan pada 2022, program ini telah berhasil melakukan transplantasi 3.930 fragmen terumbu karang di area seluas 2.458 m², serta menanam 2.500 - 3.000 tegakan lamun di area seluas 625 m².
Dengan adanya program seperti BRI Menanam - Grow & Green, ekosistem laut yang dulu terancam kini mulai mendapatkan harapan baru. Keberlanjutan lingkungan dan sektor wisata bahari pun bisa tetap berjalan seiring, demi masa depan yang lebih baik.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!