Dalam berbagai peristiwa, mereka mampu menggerakkan massa dalam jumlah besar, seperti aksi yang pernah terjadi di Monas dengan jumlah peserta lebih dari satu juta orang.
Hal itu menunjukkan bahwa ada sesuatu yang lebih dari sekadar spiritualitas, ada dimensi politik yang dimainkan.
"Belakangan ada perubahan memang, kok bisa mereka punya anggota yang fanatik. Kita akui, mengumpulkan jumatan di Monas 1 juta lebih itu dahsyat," ujar Kyai Said.
Kyai Said Aqil juga mengkritisi bagaimana beberapa habib dan kelompoknya menampilkan diri mereka sebagai simbol keislaman.
Namun, apakah itu benar-benar mencerminkan nilai Islam yang sesungguhnya, atau hanya strategi untuk meraih simpati politik?
"Tidurnya di masjid, sholatnya di lapangan. Mana Islam? Gampang aja," pungkasnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!