“Kalau bukan kondisi ini yang bapak kehendaki, tentu semuanya belum terlambat untuk diperbaiki,” ungkapnya.
Ia pun menekankan bahwa masa depan Indoensia ada di tangan presiden ke-8 Indonesia tersebut.
“Pilihan untuk menentukan catatan sejarah ada di tangan bapak. Apakah bapak ingin sejarah mencatat bahwa bapak adalah pemimpin yang membawa kembali ketakutan pada militer dan zaman orde baru seperti yang selama ini bapak sangkal, atau menjadi pemimpin besar yang berani mengambil tindakan koreksi untuk menyelamatkan negara ini," tandasnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!