Saat menambah budidaya ikan gurame itu, Sugeng mendapat pinjaman dari BRI sebesar Rp 10 juta. Dana tersebut digunakan untuk pembuatan kolam, pembelian bibit dan kebutuhan pakan. “Waktu saya membuat kolam seluas sawah banon 25 (350 m2). Bibit gurame yang saya ternak sebanyak 2000. Alhamdulillah untung,” akunya.
Merasa sudah memiliki kemampuan dalam membudidaya ikan lele dan gurame, Sugeng lantas mencoba menekuni sebagai distributor ikan air tawar. Selain membudidaya sendiri, waktu dia sempatkan untuk membeli ikan lele maupun ikan gurame di peternak-peternak.
Baca Juga: UMKM Naik Kelas! Gula Aren Temon Pacitan Menembus Pasar Global Berkat Dukungan BRI
“Saat itu saya sering mendapat tebasan (membeli dengan jumlah banyak) di peternak yang ada di Tulungagung,” ujarnya.
Karena perputaran uang sebagai distributor dirasa besar, ia tetap bergantung dukungan pendanaan dari BRI. Waktu itu, katanya, sekitar tahun 1999 ia menerima pinjaman dari BRI sebesar Rp 15 juta. Sebenarnya, sebagai distributor, dana sebesar itu dirasa sedikit. “Sebagian besar dana tersebut saya gunakan untuk kebutuhan transport mengirim barang. Selebihnya untuk uang muka ke peternak,” bebernya.
Ia pun dapat melunasi pembelian kepada peternak setelah pengiriman ke sejumlah daerah.
Pengiriman ikan hasil pembelian dari peternak cukup jauh. Mulai dari Semarang, Bandung, Cirebon, bahkan ke Jakarta.
Selama menjadi distributor, Sugeng mengaku dapat menambah aset. Di tahun 2013, ia mampu membeli 2 unit truck. Kendaraan tersebut digunakan untuk pengiriman ikan ke sejumlah kota-kota besar, terutama Jawa Tengah dan Jawa Barat. Dalam menjalankan bisnisnya, Sugeng mengaku memiliki karyawan sebanyak 20 orang.
“Mereka ada yang jadi sopir, kemudian mencari barang ke sejumlah peternak dan ada yang bertugas untuk pengiriman,” terang Sugeng.
Karena merasa mampu dan memerlukan anggaran besar, selama kurun waktu 2013 hingga 2019 Sugeng terus didukung pendanaan dari BRI. Mulai dari Rp 30 juta, Rp 50 juta, Rp 100 juta, hingga Rp 300 juta.
Baca Juga: Dari Arus Sungai ke Arus Listrik, Desa Jatihurip Jadi Model Energi Bersih Berkat PLTMH BRI Peduli
Tepat di tahun 2020 ia berhenti sebagai distributor ikan air tawar. Di beralasan ingin fokus pada budidaya ikan lele dan ikan gurame. “Sudah capek saya perjalanan ke luar kota terus. Saya ingin fokus ternak saja,” ucapnya.
Kini ia membudidaya ikan lele sebanyak 135 ribu bibit. Sementara, ikan gurame yang ia rawat sebanyak 20 ribu bibit. Ikan tersebut ia kelola di kolam seluas 1.400 m2 lebih. “Kalau panen ikan lele dua minggu sekali. Yang ikan gurame satu tahun sekali. Tapi, sejak dipanen sebelum bulan Ramadhan, gurame di kolam saya belum juga habis. Rencana dilanjut setelah lebaran Idul Fitri,” pungkas Sugeng.
Kepala BRI Cabang Jombang Effendi Sudarso menjelaskan, salah satu visi PT. Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk atau BRI yakni menjadi mitra strategis pemerintah yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat.