"Postingan gue di Instagram jadi postingan dengan engagement tertinggi dengan reach terluas," lanjutnya.
Dari unggahan-unggahannya akhir-akhir inilah, Ferry sadar bahwa dirinya mulai 'dinotice'.
"Dari situ lah, kehidupan gue berhari-hari mulai berubah. Ada beberapa kondisi yang harus gue hadapi, termasuk adanya upaya pembunuhan karakter yang sempat gue jelaskan di Instagram atau di Twitter," jelasnya.
Tak cukup sampai di situ saja, Ferry juga menyinggung soal dugaan ancaman yang diterima orang-orang terdekatnya lantaran aksinya yang vokal kritik pemerintah.
"Ada banyak hal, yang perlu gue lakukan tanpa perlu spotlight media sosial, tanpa perlu posting segala macem,"
"Yang mana kalau tidak gue lakukan saat itu juga, mungkin nyawa seseorang yang terancam. Jadi butuh tindakan cepat, energi yang banyak dan fokus yang konkret," katanya.
Dalam situasi seperti itu, Ferry bersyukur dikelilingi teman-teman yang membantunya.
"Ada teman-teman baik yang memberi tahu gue sesuatu, memberi gue informasi tentang sesuatu yang harus gue waspadai,"
Meski demikian, namun tak ada penyesalan sedikitpun yang dirasakan Ferry Irwandi.
"Tidak ada yang gue sesali dari dampak bersuara atas ini," tandasnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini