Namun, usaha kuliner yang ia rintis tidak semulus yang dibayangnya. Penjualannya mengalami penurunan drastis di awal tahun 2020.
Sebab, saat itu terkena dampak wabah Covid-19. Kebijakan pemerintah mewajibkan proses belajar mengajar dilaksanakan secara daring (dalam jaringan) internet. Praktis, semua siswa dan santri tidak diperbolehkan masuk, dan diberlakukan belajar di rumah dengan metode daring.
“Padahal, saya harus mengangsur ke BRI. Beruntung, selama pandemi Covid, BRI memberikan keringan atas angsuran yang harus saya bayar setiap bulannya. Hampir satu tahun setengah, saya hanya diwajibkan membayar bunga atas pinjaman yang saya terima,” kenang Desi.
Di pertengahan tahun 2022, geliat penjualannya mulai pulih. Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dihentikan oleh pemerintah. Saat itulah proses belajar dan mengajar yang ada di Ponpes Darul Ulum mulai normal seperti semula. Para siswa dan santri diperbolehkan kembali ke pesantren.
Desi tak membayangkan, pasca Covid-19 usaha kuliner mengalami penjualan pesat. “Pembeli di warung saya sangat ramai. Mungkin karena warung yang saya bangun menjadi lebar dari sebelumnya,” herannya.
Desi mengaku, dari situ ia merasa tertantang untuk mengembangkan warungnya. Lantas ia kembali mengajukan pinjaman ke BRI lagi. Saat itu, pinjaman yang ia terima dari BRI sebesar Rp 75 juta. “Saya buat modal untuk menambah menu makanan.
Antusias pembeli pun ramai. Ia pun menambah karyawan sebanyak 3 orang. Hingga kini, selain omsetnya bertambah, kini ia dibantu sebanyak 5 orang karyawan. Atas bisnis kuliner yang ia bangun bersama suami itu, ia dapat memenuhi kebutuhan hidup dan bisa memberi pekerjaan orang lain sebagai tukang masak dan pelayan warung.
Merasa berhasil membangun bisnis kuliner, Desi lantas memotivasi saudaranya untuk berjualan di lingkungan pondok pesantren. Niat baik Desi direspon positif oleh saudaranya. “Sekarang dua saudara saya berjualan di sekitar sini (Ponpes),” katanya
Baca Juga: Nikmati Kecepatan Layanan Keuangan, KPU Jombang Kembali Gandeng BRI dalam Pelaksanaan Pilkada 2024
Desi merasa berterimakasih atas kepercayaan BRI yang diberikan kepadanya melalui dukungan modal usaha. Ia berpesan, pendanaan BRI harus digunakan sesuai pengajuan awal. Sebab, dia meyakini hal itu merupakan sebuah amanah yang harus dijalankan.
“Kalau awal mula pinjam ke bank untuk kegiatan usaha, ya harus digunakan untuk keperluan usaha. Insyaallah usaha kita akan berkembang,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala BRI Unit Peterongan Moch. Meizaq Chimky berkomitmen selalu memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam mengakses perbankan. Ia pun membenarkan bahwa Desi Susanti adalah salah satu nasabah dari klaster perdagangan dengan jenis usaha industri makanan.
“BRI selalu berkomitmen memberikan kemudahan pelayanan, semisal proses pencairan dengan cepat. Hal itu salah satu bentuk kerjasama untuk membangun mitra agar masyarakat dapat merasakan manfaat dari BRI. Tujuan kami yaitu untuk membantu masyarakat dalam mengembangkan usahanya sehingga perekonomian rakyat dapat meningkat,” pungkas Meizaq.***