news

Massa Aksi Kepung Gedung DPRD Jember! Kritisi Soal UU TNI yang Dinilai Mengancam Sipil, Desak Wakil Rakyat Batalkan Kebijakan Cacat Hukum

Senin, 24 Maret 2025 | 17:32 WIB
Massa aksi demo di depan gedung DPRD Jember (SketsaNusantara.id/ Sigit Gita Pamuji)

SketsaNusantara.id- Ratusan mahasiswa di Kabupaten Jember menggelar demo tolak UU TNI, Senin 24 Maret 2025, sore.

Aksi mahasiswa ini digelar di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jember.

Massa aksi mendatangi kantor DPRD Jember dengan berjalan kaki, sembari menyanyikan lagu perlawanan, seperti buruh tani dan lain sebagainya.

Baca Juga: Ditemukan Terlantar di Pekarangan, Begini Kondisi Terbaru Bayi Perempuan yang Menghebohkan Warga Jember

Salah satu orator demo, Gloria Puspa, menyampaikan bahwa Aksi Solidaritas Jember melawan ini bertujuan untuk meminta DPRD Jember muntuk menyampaikan tuntutan mereka ke DPR RI.

“Pengesahan UU TNI ini cacat formil, terkesan terburu-buru tanpa melibatkan publik,” katanya saat berorasi, Senin 24 Maret 2025.

Lebih lanjut kata Gloria, pembahasan mengenai UU TNI dilakukan secara sembunyi-sembunyi. “Bahkan sampai masyarakat sipil direpresi oleh aparat di hotel," ujar Gloria.

Baca Juga: Nahas! Diduga Kepalanya Kebentur Batu, Pemuda 20 Tahun di Ditemukan Tewas Saat Mandi di Air Terjun Desa Karangbayat Jember

Minimnya keterlibatan dan keterbukaan pembahasan RUU TNI terhadap publik semakin terlihat karena adanya perbedaan draft antara yang diterima masyarakat dan draft yang disahkan.

"Draf yang diterima masyarakat dan yang disahkan ada perbedaan. Kami khawatir RUU TNI ini mengembalikan dwifungsi militer," jelas Gloria.

Kata Gloria, pihak yang tergabung dalam massa aksi ini khawatir, regulasi yang telah disahkan oleh lembaga Lesgislatif, akan membuat para militer menduduki jabatan sipil.

Baca Juga: Geger! Bayi Baru Lahir Ditemukan di Semak-Semak Persawahan Jember, Begini Kondisinya

"Dan kami semakin diawasi oleh militer, dan itu juga berdampak terhadap kebebasan pers," papar Gloria.

“Apalagi sudah ada teror terhadap jurnalis salah satu media, di waktu yang sama ketika UU TNI ini dibahas dan disahkan,” tegas Gloria.

Halaman:

Tags

Terkini