news

Ditemukan Terlantar di Pekarangan, Begini Kondisi Terbaru Bayi Perempuan yang Menghebohkan Warga Jember

Senin, 24 Maret 2025 | 17:21 WIB
Polisi saat melakukan olah TKP terhadap penemuan bayi di Jenggawa Jember (Dok. Polsek Jenggawa)

SketsaNusantara.id- Warga dusun Darungan, Desa Sruni, Kecamatan Jenggawa, Jember digegerkan dengan penemuan bayi di pekarangan milik warga pada Minggu 23 Maret 2025, tepatnya pada pukul 19:00 WIB.

Menurut Kapolsek Jenggawah, AKP AKP Eko Basuki Teguh menyampaikan bahwa bayi berjenis kelamin perempuan itu ditemukan kali pertama oleh warga bernama Makruf. Saat itu, Makruf hendak pergi ke rumah mertuanya menggunakan sepeda motor.

"Bayi ditemukan dalam keadaan tergeletak terbungkus kain selimut, di sampingnya ditemukan karung beras,” katanya, Senin 24 Maret 2025.
 
Baca Juga: Nahas! Diduga Kepalanya Kebentur Batu, Pemuda 20 Tahun di Ditemukan Tewas Saat Mandi di Air Terjun Desa Karangbayat Jember

Lebih lanjut kata Eko, didalam karung beras itu, terdapat ari-ari, kaus bayi, sarung bantal warna merah dan biru.

“Makruf lalu menyampaikan kepada warga lainnya dan membawanya ke rumah kepala dusun. Bayi perempuan itu memiliki berat 2,9 kg dan panjang 50 cm,” ujar Eko.

Kata Eko, saat ini bayi itu masih dirawat oleh tim medis di Puskesmas Kemuningsari dan kondisi bayi sehat.
 
Baca Juga: Geger! Bayi Baru Lahir Ditemukan di Semak-Semak Persawahan Jember, Begini Kondisinya

“Kini, kondisi bayi sehat dan dirawat di Puskesmas Kemuningsari,” papar Eko.

Menurut Eko, pihak kepolisian sudah melakukan olah TKP dan melakukan penyelidikan terkait penemuan bayi tersebut.

Sementara itu, Kepala Dusun Darungan, Zunaidi, secara terpisah mengatakan bahwa pihaknya langsung datang ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) setelah mendapatkan laporan dari warga. Ia segera mengevakuasi bayi dan langsung membawanya pulang ke rumahnya.
 
Baca Juga: Demo di Jember Hari Ini, Seruan Aksi Tolak UU TNI Viral di Media Sosial, Berikut 8 Tuntutan Demonstran kepada Pemerintah dan DPRD Jember

Di rumahnya, istri Pak Jun segera memandikan bayi perempuan mungil itu dan membedongnya dengan hati-hati.
 
“Masih ada ari-arinya waktu ditemukan”, ungkap pria yang akrab disapa Pak Jun itu.

Menurut pak Jun, orang tua bayi itu bukan warganya. Pasalnya, istrinya merupakan kader Posyandu. Apabila ada yang sedang hamil atau melahirkan, istrinya pasti tahu.
 
“Istri saya kan kader Posyandu, biasanya tahu siapa saja yang sedang hamil atau akan melahirkan di dusun ini. Makanya saya yakin orang tua bayi ini bukan warga sini,” tandas Jun.***
 
 

Tags

Terkini