news

Sadis! Bocah 6 Tahun Tewas Dipukuli Kekasih Ibunya, Begini Pengakuan Pelaku

Rabu, 19 Maret 2025 | 13:06 WIB
Ilustrasi pelaku yang pukuli anak kekasihnya hingga tewas ditahan. (Freepik/reewungjunerr)

SketsaNusantara.id - Kasus pembunuhan FT, bocah 6 tahun yang dianiaya hingga tewas dan dikubur di kebun kopi oleh kekasih ibunya, terus berkembang.

Tersangka, Mohammad Alfiyanto (25), warga Desa Garahan, Kecamatan Silo, Jember, masih ditahan di Mapolres Jember. Dalam pengakuannya, ia mengaku menyesal telah membunuh korban dengan keji.

"Saya menyesal membunuh korban. Dan saya sangat mencintai Irmawati (ibu korban)," ujarnya di Mapolres Jember, Rabu pagi 19 Maret 2025.

Baca Juga: Istimewa! Bupati Jember Muhammad Fawait akan Segera Realisasikan Insentif Guru Ngaji

Menurut pengakuan pelaku, ia nekat menghabisi nyawa korban karena sakit hati. Bocah malang itu kerap mengejeknya dan berkata kasar.

"Dia tidak suka saya pacaran dengan ibunya. Dia seringkali menunjukkan pantatnya pada saya dengan nada mengejek. Bahkan dia suka berkata kasar," katanya.

Puncak kekesalan pelaku terjadi saat ia membawa korban ke kebun kopi milik ayahnya. Korban terus berlarian meski hujan turun deras.

"Sudah saya larang berkali-kali agar tidak bermain hujan. Tapi tidak dihiraukan. Saya pun muntab dan emosi,“ tuturnya.

Dalam kondisi gelap mata, pelaku memukuli punggung dan dada korban hingga jatuh tersungkur. Saat bocah itu terkapar, pelaku kembali menghajarnya hingga tak bernapas.

"Saya periksa nadi dan nafas di hidungnya tidak berdenyut. Saya pun menganggap korban mati," paparnya.

Setelah memastikan korban tewas, pelaku melucuti pakaian korban hingga telanjang bulat. Ia lalu menggali tanah dengan ranting pohon sedalam setengah meter, memasukkan jasad korban ke dalam karung, dan menguburnya.

Untuk menyamarkan kuburan korban, pelaku menutupinya dengan dedaunan. Ia juga membakar pakaian korban di sebuah gubuk hingga api melahap seluruh bangunan.

"Usai mengubur korban, saya membakar baju korban di gubuk untuk menghilangkan jejak. Sementara gubuk ikut terbakar habis. Lalu saya pergi," tandasnya.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!

Tags

Terkini