Tasyi menegaskan bahwa korban dari "black campaign" tersebut adalah dirinya sendiri, menyebut ada beberapa orang yang berusaha menjatuhkan reputasinya sebagai honest reviewer.
Putri Ala Alatas itu menekankan bahwa dirinya justru sering mempromosikan produk UMKM tanpa meminta bayaran. Bahkan ia menunjukkan bukti ada beberapa brand UMKM yang mengklarifikasi pernyataannya.
"Aku tegaskan tuduhan ini fitnah. Faktanya, justru akulah yang jadi sasaran black campaign karena mereka (brand makanan) ga bisa bayar aku untuk bikin review bohong," tuturnya.
"Dari sekian banyak brand aku gak pernah dibayar sepeser pun, dan video yang menjelek-jelekkan aku juga gak punya bukti aku terima bayaran, bahkan brand ybs konfirm ke aku," tandasnya.
"Tiap kali aku bikin klarifikasi pun seolah ada yang menutupi. Dari awal aku memutuskan jadi honest reviewer bahkan kasus lama pun diungkit lagi, ini bukan kritik yang membangun tatpi menggiring opini negati tentang aku," pungkasnya.
Setelah berbagai kontroversi tersebut, Tasyi tak bisa tinggal diam dan melaporkan ke Polda Metro Jaya atas tuduhan pencemaran nama baik.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini