"(Panjang lebar) Saran lo tidak menafikan poin gue bahwa Prabowo melanggar ucapannya sendiri tentang merit," timpal Fedi.
"Kalau dalam politik situasinya memang seperti apa yang lo bilang, berarti benar perkataan beliau (Prabowo) memang cuma omon2," tandasnya.
Belum cukup, Dedy kemudian menantang Fedi Nuril untuk mencari tahu rekam jejak Ifan Seventeen yang dinilai berkualitas dan telah memenuh standar jadi Dirut PFN.
Ia menyindir balik perkataan Fedi Nuril, bahwa meskipun punya pemikiran cerdas tapi tidak berpartai pun percuma karena tak akan didengar sedikit pun.
"Saya hanya memberi penegasan bahwa Ifan Seventeen terpilih atau ditunjuk oleh Prabowo karena bisa jadi penilaiaan Prabowo tidak sama standarnya dengan penilaiaan yang Anda buat," balas Dedy.
"Makanya, Ifan Seventeen terpilih dan orang-orang yang paling cerdas dalam urusan perfilman seperti Anda malah tidak dilirik sedikitpun," lanjutnya.
"Jangan-jangan pilihan jatuh ke tangan Ifan Seventeen karena memang dia punya kemampuan yang Fedi Nuril nggak punya. Apa itu? Silahkan Anda & the geng cari tau," pungkas Dedy.
Fedi Nuril tampaknya tak ingin melanjutkan perdebatan dan tak membalas komentar Dedy. Namun, komentar kader PSI itu mendapat balasan menohok dari netizen yang membela Fedi Nuril.
"Betul Ifan memang punya kemampuan pandai menjilat, sedangkan Fedi gak punya, iya kami netizen tau kok," sindir akun @derest_.
"Muter-muter penjelasan lo, intinya lo malah blunder nunjukin bahwa orang yang dungu sekalipun kalo berpartai dan punya koneksi dengan penguasa bakal punya jabatan," imbuh akun @ibnugj.
"Argumen anda jelas sudah. Jabatan strategis di BUMN perfilman dibagi berdasarkan kedekatan politik, bukan kompetensi. Ini bertentangan langsung dengan janji merit system yang digembar-gemborkan pemerintah," pungkas akun @dinartopp.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini