"Sejak zaman Rasulullah dulu, masjid bukan hanya sekedar tempat untuk sujud dan berdoa, jadi kalau ada yang protes masjid hanya sekedar tempat ibadah itu salah. Masjid adalah tempat gagasan keadilan dibicarakan, tempat pesan kehidupan yang berkeadilan diungkapkan," tuturnya.
Ia juga menyinggung soal efisiensi anggaran dengan menyebut kondisi masjid yang redup, namun lampu di bagian imam terang benderang yang menyindir masa depan cerah pemimpin sedangkan masa depan rakyat tak menentu.
"Saya sedari dulu sering ke Masjid Salman kalau pagi atau siang, tidak pernah kalau malam, dan kalau dilihat ini agak redup, sedangkan lampu bagian imam terang benderang, semoga listriknya gak kena efisiensi ya," pungkasnya.
Anies mengingatkan bahwa demokrasi seharusnya berjalan untuk kepentingan rakyat, bukan untuk sekelompok orang yang memegang kekuasaan.
Dalam kesempatan itu, Anies menekankan pentingnya ilmu dan berpikir kritis sebagai alat untuk menjaga demokrasi.
Ia mengajak masyarakat untuk terus mengawasi pemerintah dan memastikan bahwa kebijakan yang diambil berpihak pada kepentingan rakyat.
Dengan berpikir kritis, masyarakat dapat mencegah penyalahgunaan kekuasaan dan memastikan bahwa demokrasi tetap berjalan sesuai dengan prinsip-prinsipnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!