news

Anies Baswedan Singgung soal Kepemimpinan Tak Berkelanjutan dan Meritokrasi dalam Pemilihan Khalifah saat Ceramah di ITB, Gibran Auto Kena Sentil

Senin, 10 Maret 2025 | 21:17 WIB
Potret Anies Baswedan ceramah di ITB ceritakan sistem demokrasi yang sudah ada sejak zaman Rasulullah SAW dan kepemimpinan tidak berkelanjutan yang disinyalir menyindir Gibran soal putusan MK (Instagram/salmanitb)

Pria yang akrab disapa Abah itu juga mencontohkan salah satu khalifah yang menolak memasukkan anaknya sebagai penggantinya, menunjukkan komitmen terhadap prinsip demokrasi dan kepentingan umat.

Ia bahkan menyinggung putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memungkinkan Gibran Rakabuming Raka, putra Presiden Joko Widodo, mencalonkan diri sebagai wakil presiden meskipun usianya belum mencapai 40 tahun.

Putusan ini menuai kontroversi karena dianggap membuka peluang bagi politik dinasti dan menimbulkan pertanyaan tentang independensi MK.

Baca Juga: Diundang Seminar di Yordania, Anies Baswedan Pertanyakan Foto Wakil Presiden yang Tak Ada di Ruangan Tersebut, Singgung Soal Putusan MK!

Mantan Menteri Pendidikan ini menyebut sistem meritokrasi ditetapkan di era khalifah setelah Rasulullah wafat, beberapa khalifah seperti Umar dan Ali bahkan secara tegas mengatakan untuk tidak melibatkan anak-anaknya untuk mengikuti proses pencalonan penggantian kepemimpinan.

"Dulu dengan jelas dikatakan bahwa jangan sampai anak-anak keturunanku ikut dalan jajaran pergantian pemimpin, untungnya waktu itu juga belum ada MK,” kata Anies disambut tawa mahasiswa dan jemaah Masjid Salman.

Mantan rektor Universitas Paramadina itu juga menyayangkan saat ini sistem meritokrasi dalam pemilihan pemimpin di Indonesia sudah hilang.

Alhasil, tak ada pemilihan berdasarkan kemampuan dan prestasi apalagi proses pengangkatan calon-calon pemimpin dalam pemilu terakhir diikuti cawe-cawe pemimpin terdahulu.

"Walau pun dia anak pemimpin terdahulu, atau dia keponakan, kalau baik ya baik, kalau tidak ya tidak," pungkasnya.

Baca Juga: Anies Baswedan Unggah Momen Diskusi Bareng Diaspora Setelah Tiba di Qatar, Gambar Kaos Abah Ramai Jadi Sorotan, Ternyata Ini Maknanya

Pernyataan Anies tersebut secara tak langsung menyentil Gibran yang pernah ditimpa skandal MK saat pencalonan pilpres 2024 mendampingi Prabowo Subianto.

Perkataannya menuai reaksi publik. Banyak warganet yang memuji Anies Baswedan dengan pemikirannya yang kritis dan bahkan mengkritik dengan caranya yang berkelas.

"Gurih dan renyah nih, Pak Anies di Masjid Salman. Gegara Raja Juli Antoni julid, semua isi istana kena senggol, malah dibakar semua sampe Gibran ikutan kena. Topik ceramahnya jadi kerasa nggak berat dan Abah pinter highlight poin penting jadi gampang tersimpan di ingatan dan tentu utk bisa segera di amalkan juga," komentar salah satu netizen.

"Kalo bales nyenggolpun berkelas, di forum terbuka yang tempatnya gak kaleng-kaleng, bukan di sosmed yang ngetik sendiri di akun sendiri pake bahasa template kaya buzzer. Kritikannya jelas elegant dan sesuai fakta. Isinya daging semua, terbaik memang Abah!" imbuh netizen lainnya.

Sebelumnya, Anies juga sentil balik Raja Juli udai disindir gunakan masjid sebagai tempat sindiran politik ketimbang jadi tempat ibadah.

Halaman:

Tags

Terkini