Ia mengimbau semua pihak untuk menjauhi praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) serta berkomitmen menjaga netralitas dan profesionalisme sebagai pelayan masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, Abah Warsubi juga menyampaikan hasil Rapat Koordinasi yang ia hadiri bersama Gubernur Jawa Timur di Surabaya pada 9 Maret 2025.
Salah satu program utama yang dibahas dalam rapat tersebut adalah Pembentukan Sekolah Rakyat, sebuah inisiatif dari pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya, Sekolah Rakyat bertujuan untuk menyediakan akses pendidikan bagi masyarakat miskin dan miskin ekstrem. Pemerintah Kabupaten Jombang akan menyediakan lahan minimal lima hektar untuk pembangunan sekolah tingkat SD, SMP, dan SMA dalam satu kawasan terpadu. Proyek ini direncanakan memiliki anggaran sekitar 100 miliar rupiah per kabupaten.
Selain program pendidikan, Presiden Prabowo juga menggagas pendirian Koperasi Desa Merah Putih sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan memperkuat ketahanan pangan.
Abah Warsubi mengajak seluruh ASN untuk mendukung keberhasilan program ini agar dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa.
Dilansir dari setkab.go.id, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyebutkan bahwa Koperasi Desa Merah Putih diharapkan mampu membantu masyarakat terlepas dari jeratan pinjaman online ilegal, tengkulak, dan rentenir. Sementara itu, Menteri Koperasi dan UKM, Budi Arie Setiadi, menegaskan bahwa koperasi ini akan menyediakan akses permodalan yang lebih sehat dan berkeadilan bagi masyarakat desa.
Abah Warsubi menutup amanatnya dengan mengajak seluruh ASN dan Non-ASN di Kabupaten Jombang untuk bekerja dengan penuh dedikasi, menjaga integritas, dan bersama-sama menyukseskan program nasional demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Jombang.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!