Mengingat kembali, kasus penembakan Gamma terjadi pada Minggu, 24 November 2024 di sekitar wilayah Paramount, Semarang Barat.
Kasus ini sempat jadi sorotan publik lantaran terdapat 3 versi yang berbeda antara saksi, pernyataan Kapolrestabes Srmarang dan Kabid Propam Polda Jateng.
Berdasarkan kronologi versi Kapolrestabes Semarang, penembakan Gamma berkaitan dengan tawuran antar gengster yang terjadi pada Sabtu malam, 23 November 2024.
Irwan menyebutkan setelah tawuran, ada 2 gengster yang terlibat aksi pengejaran.
Aipda Robiq yang saat itu dalam perjalan pulang tak sengaa terpepet oleh motor-motor tersebut.
Tak terima, Aipda Robiq mengejar ketiga motor yang dikabarkan membawa senjata tajam.
Saat itu, Aipda Robiq melepaskan 4 tembakan, salah satunya mengenai Gamma.
Namun kronologi versi saksi berkata lain, di mana saksi dan Gamma hendak pulang usai makan di warung kopi.
Namun tiba-tiba dalam perjalanan pulang, keduanya bertemu Aipda Robiq yang langsung menodongkan pistol.
Saksi pun membantah ia dan 2 rekannya tersebut hendak melakukan tawuran.
Setelah kasus ini berjalan hampir sebulan, Aipda Robig menjalani sidang etik dan dipecat dengan tidak terhormat dari kesatuannya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!