"UMKM terus diomongin, tp belanjanya jarang ke UMKM. Nasib UMKM emang, cuma buat bahan pidato aja. Jaman Covid banyak yg bangkrut UMKM, malah dibilang makin mengembangkan sayap pasca covid, berapa persen sih yg makin berkembang pasca covid? Bagus kalau ada data riilnya," komentar netizen.
"4 tahun lalu ada iming iming dana hibah dari pemerintah untuk UMKM, saratnya buat NPWP, kita buat semua, eh di tunggu beritanya setahun dua tahun kok dak ada dana yg di janjikan, malah kami di kejar kejar petugas pajak di suruh buat laporan transaksi setahun, ya allah, kejam," kata netizen.
"mau serap tenaga kerja yang bnyk ya manufaktur bikin pabrik.. semua negara2 pasti mengandalkan manufaktur.. india.. vietnam.. china.. amerika.. mana ada yang mengandalkan umkm," tulis netizen.
"UMKM modal sendiri, jual sendiri, cari pelanggan sendiri, belum dipalak preman, dipalak pajak yang terserap 97%, yang lolos seleksi alam berapa % coba, dengan keadaan gini, usaha martabak, pisang aja gulung tiker khan mbak," ucap netizen.
"Pengusaha UMKM banyak yang ambruk dimasa covid kok di bilang bertahan. Orang buka usaha aja dioprak-oprak pak polisi dan teman-temannya kok," timpal netizen yang lain.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini