Fiersa Besari juga meminta maaf karena ia telah membuat banyak pihak khawatir dan baru bisa mengabarkan kondisinya di Puncak Carstensz yang berada dalam kondisi stabil meski sempat diterjang cuaca buruk.
"Saya meminta maaf karena baru mengabari perihal situasi di Carstensz Pyramid, puncak tertinggi Indonesia dengan nama lain Puncak Jaya," tulis Fiersa.
"Kami yang berada di basecamp Yellow Valley (YV) pun masih merasa syok dan berduka atas tragedi yang telah terjadi," sambungnya.
"Saat ini, saya dan Furky Syahroni baru tiba kembali ke Timika, Papua tengah (3 Maret 2025) setelah tertahan di YV karena cuaca buruk yang berdampak pada lalu lintas helikopter yang jadi satu-satunya akses. Kondisi kami, Alhamdulillah stabil," ungkap Fiersa.
3. Fiersa Besari Beda Tim dengan Korban
Fiersa juga memberikan klarifikasi yang ternyata berbeda rombongan tour dengan Lilie dan Elsa yang menjadi korban cuaca buruk di Puncak Carstensz.
"Saya tergabung dalam tim yang terdiri dari 3 orang, sementara Bu Lilie dan Bu Elsa tergabung dalam tim yang terdiri dari 4 orang (beda tour operator)," ungkap ayah satu anak itu.
"Kami juga ditemani para guide karena selain kami ada tamu-yamu WNA juga hari itu (sejak 28 Februari 2025) dan ada juga tamu dari pihak Balai Taman Nasional yang turut mendaki," sambungnya.
4. Ceritakan Kondisi Ekstrem di Puncak Carstensz Papua
Fiersa yang hobi mendaki gunung pun mengaku selalu berhati-hati ketika berada di Puncak Carstensz.
Ia pun mengaku ada hal yang harus dan tidak boleh dilakukan karena rentan mengami hipotermia yang mengancam nyawa di wilayah tersebut.
"Mungkin bagi yang tidak diketahui kawan-kawan yang kurang familier dengan dunia pendakian, Carstensz Pyramid berbeda dengan gunung di Indonesia pada umumnya," kata Fiersa.