news

Puluhan Ribu Merpati Diterbangkan Sambut Bupati Baru Jember, Bawa Simbol Silaturahmi Budaya dan Ingatkan Soal Tepat Janji

Senin, 3 Maret 2025 | 18:06 WIB
Keceriaan para pencinta merpati Jember sambut Bupati dan Wakil Bupati baru (SketsaNusantara.id/ Zuhana Anibuddin Zuhro )

 

SketsaNusantara.id - Komunitas pencinta merpati getakan, Sakera Bersatu Kabupaten Jember, turut serta memeriahkan Festival Rakyat dalam rangka menyambut Bupati dan Wakil Bupati baru sebagai simbolisasi masuk ke dalam Pendopo. 

Puluhan ribu merpati diterbangkan sebagai simbolisasi mengawali pemerintahan baru dalam rangka menyambut Gus Fawait - Djoko Santoso sebagai Bupati dan Wakil Bupati Jember periode 2025-2029.

Gelaran Tottaan Dereh (pelepasan merpati) yang didanai secara swadaya dan kolektif antar anggota ini diikuti lebih dari 1000 orang dengan 57 ribu ekor merpati sebagai bukti silaturahmi budaya, dalam rangka menyambut pemimpin baru Jember. 

Baca Juga: Usai dari Pasar Tanjung, Gus Fawait Berjalan Kaki dari Jembatan Jompo-Pendapa Wahyawibawagraha, Disambut Parade Budaya Masyarakat Jember

Moch Eksan, selaku Ketua Komunitas Sakera Bersatu kabupaten Jember menyatakan bahwa acara ini murni digelar para pencinta merpati getakan untuk menyambut Bupati Baru. 

Eksan sendiri datang dari Desa Karangharjo, Kecamatan Silo. Dalam kesehariannya, ia mempunyai 4 pajudun (rumah merpati) dan memelihara sekitar 114 merpati. 

"Ini murni acara dari komunitas, tidak ada embel-embel apapun. Kita hadir di sini bergembira dalam silaturahmi budaya antar pencinta merpati untuk menyambut Bupati baru masuk ke Pendopo," jelas Eksan saat dikonfirmasi SketsaNusantara.id pada 3 Maret 2025. 

Baca Juga: Tepati Janji Turunkan Retribusi, Bupati Jember Gus Fawait Langsung Rencanakan Revitalisasi Pasar

Selain dari Jember, hadir juga beberapa komunitas pencinta merpati dari Lumajang, Situbondo, Banyuwangi dan Bondowoso turut meramaikan gelaran ini. 

Tradisi Tottaan Dereh (bahasa madura, red) merupakan ajang silaturahmi bagi para pencinta merpati getakan. Acara ini biasanya digelar berpindah-pindah tempat sesuai hajatan penyelenggaraan. 

Dalam tradisi ini, para pencinta merpati akan membawa merpati terbaik miliknya untuk diterbangkan bersama-sama. 

Baca Juga: Melalui Podcast Tilik Program Studi, Kaprodi Jurusan Ekonomi Syariah Universitas Jember Siapkan Lulusan Berdaya Saing Global

Menurut Eksan, ini adalah wujud rasa syukur sekaligus media saling bertemu dan berkumpul dengan sesama pencinta merpati. 

"Harapannya dengan adanya Bupati baru ini, para komunitas pencinta merpati lebih diperhatikan dan tidak terpinggirkan lagi. Karena ini merupakan salah satu bentuk budaya Jember melalui merpati lokalnya," jelasnya. 

Halaman:

Tags

Terkini