news

Mengapa Naik Gunung? 'Because It's There...', Menguak Jawaban Inspiratif Pendaki Legendaris George Mallory yang Berakhir dalam Pelukan Everest

Senin, 3 Maret 2025 | 20:18 WIB
Potret George Mallory dan 2 pendaki gunung wanita Elsa dan Lilie (X @moment_mirthful, X @Andreasharsono)

 

SketsaNusantar.id - Mendengar tragedi meninggalnya 2 pendaki wanita Indonesia Elsa Laksono dan Lilie Wijayanti menimbulkan banyak pertanyaan awam yang terkadang justru berakhir menyudutkan, mengapa naik gunung? 

Melihat  begitu banyaknya komentar yang mempertanyakan hal itu, jawaban seorang pendaki legendaris dunia, George Mallory ini jadi sorotan saat ditanya mengapa ia naik gunung.

Jika Elsa Laksono dan Lilie Wijayanti mengatakan mereka naik gunung karena mereka bukan seorang dancing queen namun seorang mountain queen maka George Mallory menjawabnya dengan kata 'because it's there'.

Baca Juga: Ramai Asumsi-Asumsi Liar, Fiersa Besari Imbau Netizen Untuk Bijak Dalam Mengomentari Insiden Hipotermia di Puncak Carstensz

Seperti SketsaNusantara.id dari laman britannica.com, George Mallory atau George Herbert Leigh Mallory (1886-1924) adalah pria Inggris, sosok legendaris dalam dunia pendakian gunung, terutama terkait dengan upaya penaklukan Gunung Everest hingga ia berpartisipasi dalam tiga ekspedisi Inggris ke gunung Everest pada tahun 1920-an.

Menjelang ekspedisi ketiga dan sekaligus terakhirnya, media Amerika New York Times bertanya padanya mengapa ia sangat ingin sekali menginjakkan kaki di Puncak Everest? 

Saat itu dengan spontan ia menjawab 'Because it's there...," sebuah jawaban yang bagi orang lain lain tak menjawab apapun.

Baca Juga: Telah Memeluk Elsa Laksono dan Lilie Wijayanti dalam Keabadian, Inilah Fakta Tentang Puncak Carstensz Pegunungan Jaya Wijaya

Tentu saja jawaban mengambang "Karena itu ada di sana," menjadi satu jawaban yang tak akan membuat orang awam mengerti, namun kata-kata 'Because it's there' menjadi inspirasi bagi banyak pendaki gunung yang memahami arti yang terkandung dalam jawaban tersebut.

Jawaban itu diartikan sebagai jawaban sederhana dan lugas yang mencerminkan sebuah keadaan yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.

Karena puncak Everest itu nyata, ada di sana, untuk didaki, tak ada jawaban yang lebih logis lagi.

Baca Juga: 5 Pernyataan Fiersa Besari Soal Tragedi Puncak Carstensz, Ceritakan Kondisi Cuaca Buruk saat Mendaki hingga Sampaikan Pesan Ini untuk Netizen

Namun sayangnya, jawaban itu pula yang kemudian mengantarkan seorang George Mallory pada perjalanan terakhirnya di dunia ini hingga akhirnya ia menghilang 'dipeluk' Everest pada ekspedisi ketiganya.

Pada ekspedisi ketiganya ini, George Mallory menghilang bersama rekannya Andrew Irvine pada ketinggian sekitar 8000 MDPL. 

Halaman:

Tags

Terkini