SketsaNusantara.id - Korupsi di tubuh Pertamina Patra Niaga tak hentinya membuat masyarakat semakin geram.
Bagaimana tidak? dengan angka perhitungan sementara kerugian negara mencapai Rp 193,7 triliun, tentu merupakan jumlah yang fantastis.
Selain itu, terdapat banyak kasus rusaknya kendaraan yang menurut komentar netizen adalah karena penggunaan pertamax.
Kejaksaan Agung mengungkap keterangan saksi, yang mana untuk Pertamax dilakukan pengoplosan dengan Ron 90 atau dibawahnya.
Masyarakat kemudian mulai tidak percaya terhadap pertamina, dan banyak yang beralih ke SPBU Swasta.
Sementara, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia meminta agar masyarakat tidak meragukan spesifikasi pertamax.
Bahlil menjelaskan bahwa tim dari Migas sedang turun ke lapangan untuk mengecek.
Dirinya menjelaskan bahwa tugas dari Kementerian ESDM adalah untuk mengawasi, sedangkan implementasinya ada di Pertamina.
"Kami mendapat laporan bahwa harga dan spesifikasi Ron 90, Ron 92, Ron 95 dan Ron 98 tidak ada masalah," ungkap Menteri yang juga Ketua Umum Golkar itu.
Namun demikian, dirinya menyatakan untuk menghormati proses hukum.
Sementara netizen berkomentar dengan nada tidak percaya kepada apa yang disampaikan oleh Bahlil.
Bahkan sebagian menghubungkan dengan kasus Disestasinya yang dibatalkan Dewan Guru Besar (DGB) Universitas Indonesia.