Salsa mengaku menjadi korban manipulasi lewat janji-janji manis pria tersebut, termasuk menawarkannya mobil sebagai iming-iming.
“Hal ini bermula karena saya telah tertipu oleh seseorang di media sosial, dan chat pribadi saya ke penipu itu disebarkan dan diperjualbelikan,” tutur Salsa, dikutip SketsaNusantara.id pada Minggu, 2 Maret 2025.
Wanita yang juga merupakan mahasiswi salah satu perguruan negeri di Jember ini menjelaskan, atas janji-janji manis pria tersebut, Salsa pun diminta melakukan adegan vulgar dalam video call.
Sayangnya, video call tersebut hanya menampilkan wajah Salsa, sementara pria tersebut beralasan tidak bisa on cam.
“Namun suatu ketika dia request aku untuk bisa VC dan melakukan adegan vulgar, kurang dari tiga menit VC itu oleh pelaku simpan,” tulisnya lagi.
“Sampai yang paling ekstrem akhirnya di siang hari pun pelaku request, pada saat aku mengajar, dia minta video lagi. Terjadilah dua video yang lokasinya di tempatku bekerja,” sambung Salsa.
Hingga akhirnya pada 10 Februari 2025, Salsa mengaku mendapat pesan WhatsApp jika video asusilanya viral di platform X (Twitter).
Salsa pun menyadari bahwa apa yang dilakukannya selama ini merupakan sebuah kebodohan.
“Ini murni kebodohan saya. Dan ini pelajaran berharga bagi saya. Dan saya sangat jauh dari cerminan seorang guru,” sesalnya.
Ia juga menegaskan akan bertanggung jawab secara pribadi dan menegaskan bahwa akun media sosial TikTok maupun Instagram miliknya hanya ada satu.
Unggahan klarifikasi dan permintaan Salsa ini pun menuai beragam respons dari netizen.
Tak sedikit yang menyemangati Salsa, lantaran telah menjadi korban penipuan.