Tak hanya itu, ratusan ribu sekolah bisa dibangun sehingga bisa memajukan Indonesia di masa depan.
"(193,7 T) ini baru satu korupsi, gimana dengan 5 tahun? maka 1.937.000 orang ini dikali 5 jadi hampir 10 juta orang bisa kuliah sedangkan penduduk Indonesia aja 280 juta," katanya.
"Misalnya aja kita bangun sekolah di Indonesia, 1 sekolah anggap aja habis biaya keseluruhan 1 M, maka 1 triliun aja bisa bangun 1000 sekolah, kalo 193 triliun bisa 193 ribu sekolah dibangun," ucapnya sambil menghela nafas panjang.
Dengan perhitungannya, influrncer berdarah Batak yang bercita-cita jadi Menteri Pendidikan itu menyebut Indonesia bisa maju jika tidak ada korupsi.
"Kalo gak ngitung gini, aku sendiri gak sadar seberapa besar nilai uang 1 triliun, bahkan 193,7 triliun dan 1 kuadriliun," ujarnya.
"Andai saja gak ada korupsi dan semua uang ini dipakai dengan baik untuk kemajuan negara. Udah semaju dan sesejahtera apa ya rakyat Indonesia, Miris. Sedih," pungkas Jerome.
Postingan Jerome mengundang beragam komentar dari warganet yang mengaku ikut prihatin, bahkan menangis jika teringat banyaknya warga Indonesia yang putus sekolah karena tak ada biaya.
"Nonton videonya Jerome sampe habis gak sadar bikin nangis. Gak habis pikir, ada ya orang sejahat koruptor, apalagi uang 193 T bisa dipakai untuk kuliahkan jutaan orang, di saat banyak yang putus sekolah karena kekurangan biaya," komentar akun @hjkhdgp.
"Sakit hati bener udah bikin rugi banyak orang bikin Pertamax oplosan, terus mereka yang korupsi udah dapat gaji miliaran masih aja gak cukup?? belum lagi hukuman koruptor cuma puluhan tahun harusnya seumur hidup," komentar akun @cemillenialharis_.
"Bener-bener Indonesia darurat korupsi, ini baru beberapa ketahuan yang belum yang instansi lain, kalo terungkap semua utang negara kita lunas juga kalo gak dikorupsi," komentar akun @kokokiums.
Jerome Polin juga mendukung koruptor harus diberi hukuman berat karena merugikan negara. Apalagi kerugiannya tak sedikit yang bisa menghambat kemajuan Indonesia dan mempengaruhi nasib generasi masa depan bangsa.