news

Bahlil Terbukti Curang hingga Gelar Doktor Dibatalkan, Rocky Gerung Sebut DGB UI Tidak Berani Bongkar Skandal UI, Curiga Ada Negosiasi Diam-Diam

Sabtu, 1 Maret 2025 | 12:47 WIB
Rocky Gerung komentari soal polemik disertasi Bahlil yang terbukti curang hingga gelar doktor ditangguhkan dan dinilai belum tuntas. (Instagram/rocky.gerungofficial)

"Bahlil ini kan pejabat publik dan dia punya pengaruh mempengaruhi UI begitu juga sebaliknya. Jadi beri kesempatan Bahlil untuk membela diri jangan cuma dia saja yang disalahkan," tandasnya.

"UI juga harus lebih terbuka karena mereka adalah lembaga publik, mestinya pelanggaran etik tertinggi adalah meloloskan karya akademis yang dimotori oleh plagiarism, yang buat ya bukan Bahlil tapi yang membantu itu pasti punya motif uang, motif kekuasaan," ucapnya.

"Jadi jangan main-main sebut ada conflict of interest, niatnya memang baik tapi dewan guru besar ini tanggung untuk membongkar skandal seperti ini yang sudah berakar lama di UI," sambung Rocky.

"Bahkan isu di UI tentang jual beli atau eh permissiveness itu ada bahkan dari tingkat dosen yang membimbing skripsi sampai dosen-dosen yang memanipulasi hasil penelitian atau guru-guru besar yang juga disogok oleh kekuasaan itu sudah jadi cerita yang setiap hari saya dengar selama 15 tahun saya mengajar di UI," tuturnya.

Rocky juga menyoroti bahwa kasus ini menunjukkan masalah yang lebih besar dalam dunia akademik Indonesia.

Menurutnya, Bahlil menjadi perhatian publik karena statusnya sebagai pejabat, tetapi kemungkinan ada banyak kasus serupa yang tidak terungkap karena pelakunya tidak terkenal atau tidak mendapat sorotan media.

Ia menekankan bahwa UI seharusnya lebih ketat dalam menilai kualitas disertasi agar reputasi akademiknya tetap terjaga.

"Kasus ini juga menjadi semacam sinisme dan membuat orang berpikir bahwa UI tidak lagi serius dalam menjaga standar akademik," ujar Rocky, yang pernah mengajar di kampus tersebut sebagai dosen filsafat.

Menurut Rocky, keputusan Dewan Guru Besar UI sudah mengarah ke langkah yang benar, tetapi masih belum sepenuhnya menyelesaikan masalah. Ia bahkan menilai bahwa UI masih berada di bawah tekanan berbagai kepentingan tertentu.

"Secara moral, disertasi ini bermasalah karena ada benturan kepentingan. Mungkin ada imbalan atau janji tertentu yang diberikan, oleh karena itu yang seharusnya dijelaskan secara gamblang oleh Dewan Guru Besar," pungkasnya.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!

Halaman:

Tags

Terkini