SketsaNusantara.id - Nama Basuki Tjahja Purnama alias Ahok mulai disebut-sebut di media sosial usai kasus korupsi tata kelola minyak dan produk kilang di Pertamina mencuat.
Salah satu alasannya yakni jabatan Ahok sebagai Komisaris Utama Pertamina dalam periode 2019-2024.
Banyak netizen yang meminta pertanggungjawaban Ahok sebagai Komisaris Utama Pertamina pada masa periode korupsi tersebut terjadi yakni 2018-2023.
Apalagi Direktur Penyelidikan Jampidsus Kejagung, Abdul Qohar sempat mengungkapkan pihaknya akan memanggil siapapun yang terlibat dalam kasus korupsi yang merugikan negara hingga Rp193,7 triliun.
“Siapapun yang terlibat dalam perkara ini, baik berdasarkan keterangan saksi maupun berdasarkan dokumen atau alat bukti yang lain, pasti akan kita panggil untuk dimintai keterangan,” tutur Abdul Qohar di Jakarta pada Rabu, 26 Februari 2025.
Berdasarkan pernyataan tersebut, Ahok sebagai Komisaris Utama Pertamina pada 2019-2024 berpotensi dipanggil Kejagung.
Setelah berhari-hari kasus ini jadi sorotan, akhirnya Ahok angkat bicara.
Dalam podcast yang diunggah kanal YouTube Narasi Newsroom, mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengapresiasi sikap Kejagung.
“Saya kira itu sangat bagus, kalau minta keterangan,” tuturnya.
Kendati siap untuk hadir sebagai saksi, namun Ahok meminta pihak kejaksaan untuk memahami jenjang organisasi dalam Pertamina.