"Kita butuh transparansinya secara governance, yang penting tata kelola aja biar kita semua tahu," kata Raymond tegas. "Itu saya agree, setuju," imbuh Rosan yang kemudian berjabat tangan dengan Raymond Chin.
Dalam caption postingan Instagramnya, Raymon menyatakan bahwa sikapnya saat melontarkan pertanyaan kala itu masih terlalu sopan.
Ia lantas mempertanyakan janji pejabat negara yang bakal mengelola Danantara itu apakah bisa dipertanggung jawabkan atau tidak.
"Danantara, kayaknya gue terlalu sopan, bisa dipegang gak janjinya? pengennya sih kawal dan ttd FULL transparansi bukan cuma janji," tulis Raymon dalam postingannya disertai tagar Indonesia Gelap, hingga Kabur Aja Dulu dan Korupsi.
"Tidak mengherankan bagaimana pemerintah tidak memiliki kepercayaan publik :)" pungkasnya.
Postingan Raymon Chin mengundang beragam komentar dari netizen di media sosial. Banyak yang menyebut perkataan pemerintah saat ini hanya omon-omon dan tak bisa dipercaya alias "zero public trust".
"Rezim omon omon, sudah GK percaya karena presidennya omon omon, dari atasan aja gak konsisten sudah pasti anak buahnya juga begitu," komentar salah satu netizen.
"Gue gak percaya 100% jaman sekarang pejabat yang pake sumpah-sumpah pake nama Tuhannya di atas kitab suci aja masih tetep korupsi. Pejabat di indonesia gak takut Tuhan cuma takut miskin, makanya korupsi merajalela," imbuh netizen lainnya.
"Gitu aja ga bisa jadi bukti janjinya bisa dipegang. Harusnya bikin surat jaminan, ada perjanjian yang punya kekuatan hukum, kalo ada pejabat atau pegawai yang korupsi bakal dipenjara seumur hidup, dimiskinkan dan uangnya dikembalikan ke rakyat, harus tegas!" komentar netizen lainnya.
Lebih lanjut, Raymond memberikan statement mengenai pertanyaannya soal jaminan tak ada korupsi. Menurutnya, pertanyaan yang langsung dilontarkannya pada pemimpin Danantara menjadi bukti bahwa masyarakat peduli dengan masa depan negara.
"Bakal dikorupsi ga pak, apa jaminannya? kalo pertanyaan gini langsung dikira membangkang pemerintah, itu salah," tulis Raymond dikutip SketsaNusantara.id dari akun Instagram @raymondchins pada hari Jumat, 28 Februari 2025.
"Bangga harusnya dikritik warganya yang kritis karena kita masih peduli, kalo kita udah di tahap gak ngomong apa-apa itu BARU BAHAYA. itu artinya uda apatis, mati rasa, that's bad," tuturnya.