news

Merawat Ingatan, Menanam Semangat: Ketika Sejarah Dihidupkan di Layar dan Panggung Unipdu Jombang

Kamis, 27 Februari 2025 | 09:42 WIB
Teater Satu Unipdu Jombang Menampilkan Sejarah Perjuangan Bangsa Indonesia. (BEM Unipdu Jombang )

Adegan demi adegan yang dibawakan penuh emosi berhasil menggugah perasaan penonton. Suasana haru menyeruak saat monolog tentang pengorbanan seorang ibu untuk anaknya mengisi ruangan, diakhiri tepuk tangan meriah yang memenuhi aula.

Namun, di balik tepuk tangan itu, tersirat harapan agar penonton tak sekadar terhanyut dalam emosi sesaat, melainkan membawa pulang pesan perjuangan ke dalam kehidupan sehari-hari.

"Karena bangsa ini lahir dari sejarah yang panjang dan besar," tegas Rofiq.

Baginya, acara ini bukan hanya hiburan, tetapi ajakan untuk merenung. Ia juga menyoroti cepatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan teknologi modern yang, di satu sisi, memudahkan hidup, namun di sisi lain berpotensi menjauhkan generasi muda dari nilai-nilai perjuangan.

"Lahirnya AI dan perkembangan teknologi begitu cepat. Melalui acara seperti ini, kami ingin menawarkan opsi bagi generasi sekarang untuk tetap merefleksikan sejarah di tengah kecanggihan teknologi," tambahnya.

Meski sebagian peserta tampak tergerak dan berdiskusi hangat selepas acara, tidak sedikit yang justru sibuk mengabadikan momen untuk diunggah ke media sosial.

Fenomena ini memperlihatkan dilema yang ada: antara keinginan merawat sejarah dan godaan eksistensi digital yang instan. Upaya menanamkan kesadaran sejarah harus diakui tak cukup hanya dengan tontonan inspiratif.

Diperlukan tindak lanjut yang nyata seperti diskusi rutin, kajian sejarah kontekstual, hingga aksi sosial yang relevan dengan semangat perjuangan masa lalu.

Acara "Menulis Sejarah, Merawat Ingat, Menanam Semangat" menjadi langkah awal yang patut diapresiasi. Namun, menjaga ingatan sejarah tak boleh berhenti pada seremoni satu hari.

Generasi muda membutuhkan lebih dari sekadar cerita pahlawan—mereka perlu alasan untuk menjadikan sejarah sebagai panduan hidup, bukan sekadar kenangan masa lalu.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!

 

Halaman:

Tags

Terkini