“Dan mimin (admin Gerindra) perlu tahu, dalam penjelasannya Prof Satryo itu, dalam rinciannya itu, selain Tukin dosen yang masih akan terhambat, yang kedua itu juga ada kok pengurangan dari dana KIP, dan masih banyak,” tuturnya.
Kemudian komentar ketiga yang ujungnya dihapus oleh admin Gerindra, lagi-lagi Imayati mendapat link berita soal pemangkasan anggaran dinas yang dilakukan Prabowo.
“Pertama itu (berita) tertanggal 23 Januari 2025, dimana bapak presiden menyampaikan akan dilakukan efisiensi atau penghematan anggaran Rp20 triliun yang akan dialokasikan untuk pembangunan gedung-gedung ribuan sekolah,” pungkasnya.
Dengan nada berapi-api, ia menegaskan pada admin Gerindra, bahwa link berita yang didapatnya sudah basi alias tidak update.
“Min, paling terbaru 15 Februari 2025, dalam pidatonya Bapak Presiden Prabowo Subianto jelas-jelas menyampaikan total hasil dari efisiensi anggaran adalah Rp750 triliun,” tegasnya.
“Dibagi dua anggarannya, satu untuk MBG, dua untuk Danantara, nggak ada min untuk bangun ribuan sekolah. Jadi gimana min? Bukan saya yang nggak paham, tapi mimin yang kebingungan,” tandasnya.
***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI