SketsaNusantara.id - Di tengah tantangan ekonomi global yang memengaruhi pertumbuhan ekonomi domestik, industri perbankan menghadapi tekanan besar.
Meski demikian, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mampu mempertahankan kinerja keuangannya dengan stabil dan mencatatkan pertumbuhan positif.
Hal tersebut disampaikan oleh Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi.
Baca Juga: BRI Peduli Yok Kita Gas! Inisiatif Hijau yang Mengubah Sampah Jadi Berkah dan Mengurangi Emisi
Keberhasilan ini tidak lepas dari layanan perbankan BRI yang berjalan optimal serta implementasi tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).
Dengan fundamental bisnis yang kuat, BRI terus memberikan layanan terbaik bagi nasabah dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya di sektor UMKM.
Selain itu, keamanan dana nasabah menjadi prioritas utama BRI. Bank ini terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Bank Indonesia, sekaligus menjadi peserta dalam program penjaminan simpanan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Dengan demikian, nasabah dapat merasa aman dalam bertransaksi dan menyimpan dana di BRI.
Sepanjang tahun 2024, BRI mencatatkan laba bersih konsolidasian sebesar Rp60,64 triliun.
Pencapaian ini menunjukkan bagaimana strategi bisnis yang diterapkan BRI tetap efektif meskipun menghadapi berbagai tantangan ekonomi.
Baca Juga: Perluas Inklusi Keuangan, Holding UMi BRI Kucurkan Rp626,6 Triliun untuk UMKM
Dari sisi aset, total kepemilikan BRI mencapai Rp1.992,98 triliun per akhir Desember 2024, meningkat 1,42% secara year on year (YoY).
Kenaikan ini didorong oleh penyaluran kredit yang selektif dan berkualitas, dengan fokus utama pada sektor UMKM.