news

Heboh, Video Asusila Oknum Guru SD di Jember Beredar di Media Sosial, Kepala Dinas Pendidikan: Sudah Mengundurkan Diri

Jumat, 21 Februari 2025 | 06:15 WIB
Ilustrasi video asusila oknum guru di Jember yang beredar di media sosial (Pexels.com/cottonbro studio)

SketsaNusantara.id - Video asusila salah satu oknum guru di Sekolah Dasar (SD) kawasan Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember viral di media sosial.

Video tersebut tersebar di berbagai platform digital mulai dari TikTok, X (dulunya Twitter) bahkan grup whatsapp warga kabupaten Jember.

Video berdurasi satu hingga dua menit itu memperlihatkan guru perempuan berhijab dan mengenakan kacamata berjoget-joget sembari memamerkan lekuk tubuhnya.

Baca Juga: Geger! Mayat Bayi Laki-Laki Ditemukan Terkubur di Lahan Kosong Andongsari Jember, Polsek Ambulu Gerak Cepat Amankan Pelaku

Kepala Dinas Pendidikan Jember, Hadi Mulyono, menanggapi viralnya video guru tersebut. Ia mengaku telah melakukan penelusuran di sekolah tempat guru itu mengajar.

“Informasi yang bersangkutan sudah mengundurkan diri,” katanya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kamis 20 Februari 2025.

Lebih lanjut kata Hadi, guru tersebut merupakan tenaga pendidik yang statusnya masih magang alias belum menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Bukan juga Guru Tidak Tetap (GTT) yang digaji pemerintah.

Baca Juga: Bupati Jember Gus Fawait Tak Ingin Injak Pendopo Sepulang Retreat di Magelang, Ini Alasannya...

“Jadi guru ini honornya dari sekolah, yang bersangkutan sudah mengundurkan diri sebelum peristiwa terjadi,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jember, Indi Naida secara terpisah mengatakan bahwa sebagai sesama perempuan ia sangat menyesalkan perbuatan guru tersebut.

Ia mengaku kecewa, pasalnya hal seperti itu tidak pantas dilakukan oleh seorang pendidik.

Baca Juga: Pasca Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Jember Gus Fawait-Djoko Susanto, Fraksi PPP DPRD Jember: Kami Berikan Masukan Konstruktif

“Walaupun (pelaku) adalah guru magang, tapi seharusnya memberikan contoh yang baik untuk anak didik,” ucapnya.

Kata Indi, sekolah harus lebih selektif lagi ketika menerima lamaran guru baru. Tujuannya, agar supaya sistem pendidikan di Jember tidak rusak.

Halaman:

Tags

Terkini