Polsek Pamulang telah memeriksa TKP (Tempat Kejadian Perkara) serta mengumpulkan informasi yang didapatkan dari keterangan para saksi.
Kapolsek Pamulang menjelaskan kronologi ibu penjual nasi uduk yang meninggal dunia karena kelelahan membawa LPG bukan karena berjam-jam antre saat beli gas di pangkalan.
Kompol Widya menyebut ibu Yonih tidak dalak keadaan mengantri panjang saat membeli gas di pangkalan dan hal tersebut terekam CCTV.
"Ibu (Yonih) sehari-harinya berjualan nasi uduk dari jam 5 pagi dan jam 10 gas (LPG) habis lalu beli ke pangkalan," kata Kompol Widya Agustiono di hadapan awak media pada hari Selasa, 4 Februari 2025.
"Berdasarkan penyataan dari pihak agen bahwa ibu penjual nasi ini jalan ke pangkalan dari rumahnya kurang lebih 200 meter, saat itu juga tidak ada antrean ada CCTV-nya," imbuhnya.
Dijelaskan pula Ibu Yonih berhenti sejenak di rumah tetangga sebelum melanjutkan perjalanan bahkan sempat ditawari penjual agen diantar pulang.
Ibu Yonih lalu dibawa ke Rumah Sakit untuk pemeriksaan medis oleh anaknya, namun tak lama kemudian dinyatakan meninggal dunia usai ditangai dokter.
"Sampai di rumah anaknya ini dihubungi untuk pulang karena kondisi ibunya drop sepertinya, lalu diantarkannya ke RS Permata Pamulang dan setelah ditangani dokter tak lama kemudian ibu (Yonih) ini dinyatakan meninggal dunia," tutur Kompol Widya.
Terakhir, Kompol Widya meluruskan bahwa berita yang beredar soal ibu penjual nasi uduk yang meninggal setelah mengantre beli gas LPG 3 kg di agen tidak benar.
"Jadi, tidak betul kabar viral di medsos yang menyatakan bahwa ibunya meninggal karena antrean panjang (LPG). Meninggalnya pun di RS dan tidak dalam keadaan antre beli gas," pungkasnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Detik-Detik Prabowo Roasting Bahlil Lahadalia saat Puncak Perayaan HUT ke-60 Golkar, Singgung Kemampuan Bahasa Inggris
Ngaku Aktivis '98, Bahlil Lahadalia Kena Cibir Said Didu, Mantan Anggota MPR Era Reformasi: Mungkin Sudah Ganti Nama
100 Hari Kabinet Prabowo Gibran Bekerja, Inilah 5 Menteri dengan Rapor Merah Kinerja Terburuk, Bahlil Lahadalia Masuk 2 Kategori
Golkar Bela Bahlil Lahadalia yang Masuk Daftar Menteri Terburuk di 100 Hari Kabinet Prabowo-Gibran
Berbeda dengan Bahlil, Nasaruddin Umar Sukses Jadi Menteri Terbaik Prabowo Gibran di 2 Survei, Menyala Menag RI