SketsaNusantara.id - Belum lama ini, media sosial dibuat heboh dengan beredarnya berita seorang ibu penjual nasi uduk di Tangerang Selatan (Tangsel) yang meninggal dunia usai berburu gas LPG 3 kg.
Akun Instagram @ctd.insider mengabarkan bahwa seorang ibu di Pamulang Barat, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dinyatakan meninggal dunia diduga karena kelelahan akibat mengantre gas LPG selama berjam-jam.
Diketahui, peristiwa tersebut terjadi pada hari Senin, 3 Februari 2025. Korban bahkan sempat dilarikan ke rumah sakit, namun sayang nyawanya tak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.
Sehari setelah kabar ini beredar luas di media sosial, akun Instagram @viralciledug mengunggah kondisi pemakaman korban yang diketahui bernama Ibu Yonih binti Salman.
Adik almarhumah pun memberikan keterangan saat terakhir bertemu Ibu Yonih yang hendak antre beli gas elpiji (LPG) yang berjarak 500 meter dari rumahnya.
Diceritakan pula, penjual nasi uduk berusia 62 tahun yang tinggal di Jalan Beringin I, Kecamatan Pamulang, Tangsel itu ditemukan terduduk lemah usai berhasil mendapat dua tabung gas LPG.
Ibu Yonih sebagai lansia dengan kondisi kesehatannya yang kian menurun dinyatakan meninggal dunia setelah antre 1 jam di agen gas dan membawa 2 tabung LPG 3 kg berjalan sejauh 1 kilometer.
"(Ibu Yonih) dikenal sebagai pribadi yang aktif dan membuka usaha warung makan, korban juga berencana untuk menunaikan ibadah umrah. Al fatihah untuk almarhumah," tulis akun Instagram @viralciledug dikutip SketsaNusantara.id dari postingan yang diunggah pada hari Selasa, 4 Februari 2025.
Postingan ini menyita perhatian publik dan mendapat kritikan pedas di media sosial. Banyak warganet yang menyayangkan kebijakan pemerintah melarang penjualan gas ke pengecer.
Kebijakan ini bahkan belum dilakukan peninjauan langsung di lapangan yang malah membuat pedagang kecil seperti Ibu Yonih makin kesusahan mendapat gas LPG 3 kg bahkan sampai menelan korban jiwa.
Kabar ini pun terdengar oleh pihak berwajib dan segera memeriksa kebenarannya. Polisi menyebut kabar mengenai penjual nasi uduk yang meninggal karena antre berburu LPG 3 kg tidak sepenuhnya benar seperti yang beredar di media sosial.
Artikel Terkait
Detik-Detik Prabowo Roasting Bahlil Lahadalia saat Puncak Perayaan HUT ke-60 Golkar, Singgung Kemampuan Bahasa Inggris
Ngaku Aktivis '98, Bahlil Lahadalia Kena Cibir Said Didu, Mantan Anggota MPR Era Reformasi: Mungkin Sudah Ganti Nama
100 Hari Kabinet Prabowo Gibran Bekerja, Inilah 5 Menteri dengan Rapor Merah Kinerja Terburuk, Bahlil Lahadalia Masuk 2 Kategori
Golkar Bela Bahlil Lahadalia yang Masuk Daftar Menteri Terburuk di 100 Hari Kabinet Prabowo-Gibran
Berbeda dengan Bahlil, Nasaruddin Umar Sukses Jadi Menteri Terbaik Prabowo Gibran di 2 Survei, Menyala Menag RI