“Saya takut karena hari itu zamannya petrus, gue disuruh pulang taunya gue di-petrus di jalanan?” ujarnya.
Kisah ini semakin menarik saat pada 9 September 2024, Jusuf Hamka bertemu kembali dengan Hendropriyono di Singapura.
Dalam pertemuan tersebut, terungkap bahwa Jusuf dulu dituduh membiayai pembajakan pesawat Garuda Woyla pada 1981.
Tuduhan itu muncul karena aktivitasnya yang dianggap sebagai islamisasi, di mana ia banyak membantu proses pengislaman masyarakat.
Hal ini membuatnya dikaitkan dengan gerakan radikal dan dilaporkan kepada Presiden Soeharto.
“Karena saya melakukan pengislaman, makanya dianggap islamisasi terus dikaitkan dengan pembajakan Woyla untuk dilaporkan kepada Presiden Soeharto,” jelas Jusuf.
Setelah penyidikan lebih lanjut, terbukti bahwa ia sama sekali tidak terlibat dalam pembajakan tersebut.
Peristiwa Woyla sendiri adalah tragedi besar dalam sejarah Indonesia. Pada 28 Maret 1981, pesawat Garuda penerbangan 206 dibajak oleh kelompok Komando Jihad.
Pesawat yang seharusnya menuju Medan dibawa ke Thailand. Operasi pembebasan dilakukan secara dramatis di Bandara Don Mueang, Bangkok, oleh pasukan khusus Indonesia.
Meski kini kisah ini menjadi bagian dari sejarah hidupnya, Jusuf Hamka tetap mengingat A.M. Hendropriyono sebagai sosok yang berjasa besar.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Jusuf Hamka Bahas Utang Negara dengan Mahfud MD, Ungkap Bakal Ajukan Gugatan Terhadap Negara hingga Lapor KPK
Cak Imin Apresiasi Desa BRILiaN Ketapanrame, BRI Buktikan Desa Bisa Naik Kelas
Tegaskan Aturan untuk Para Influencer yang Ingin Review Produk Kecantikan di Media Sosial, Netizen: Tugas BPOM Apa?
Perhatikan! Ini Aturan BPOM RI untuk Para Influencer yang Review Produk Kecantikan di Media Sosial, Terungkap Alasannya
Rokat Massal di Puncak Badean: Perpaduan Tradisi Leluhur, Spiritualitas, dan Promosi Ekowisata yang Partisipasi Warga