Kamis, 4 Juni 2026

Bukan Sekadar Tanam Pohon: Langkah BRI Menanam Pulihkan Lahan Kritis dan Ubah Desa Jadi Lebih Hijau

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Kamis, 16 Januari 2025 | 08:32 WIB
Program Grow and Green BRI. (Dok. BRI)
Program Grow and Green BRI. (Dok. BRI)

SketsaNusantara.id - Bukan sekadar simbol, program "BRI Menanam - Grow & Green" membuktikan keseriusan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dalam mendukung kelestarian lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Bertepatan dengan Hari Gerakan Sejuta Pohon, program ini menjadi sorotan karena kontribusinya yang nyata.

Sejak diluncurkan pada 2022, program ini telah menanam lebih dari 1 juta tanaman produktif dan bakau, dengan potensi penyerapan karbon hingga 17.960 ton CO2e per tahun.

Baca Juga: BRI Bayarkan Dividen Interim Rp20,33 Triliun, Komitmen Berkelanjutan untuk Pemegang Saham dan Negara

Langkah ini tidak hanya menargetkan ekosistem darat tetapi juga pesisir, termasuk penanaman mangrove dan restorasi terumbu karang di 14 lokasi di Indonesia.

Wakil Direktur Utama BRI, Catur Budi Harto, menjelaskan bahwa program ini berlandaskan prinsip Environmental, Social, dan Governance (ESG).

“Penanaman pohon produktif di lahan kritis menjadi solusi nyata untuk mengatasi dampak buruk perubahan iklim sekaligus membantu meningkatkan perekonomian masyarakat," ujarnya.

Baca Juga: 10 Pencapaian Strategis BRI di 2024: Dari AgenBRILink hingga Sustainable Banking

Program BRI Menanam - Grow & Green memiliki tiga pilar utama: sosial, ekonomi, dan lingkungan.

Dalam aspek sosial, program ini memberdayakan kelompok tani dan nelayan setempat. Mereka dilibatkan dalam setiap tahap, mulai dari penyiapan lahan hingga monitoring tanaman. Hasilnya, 1.080 Kepala Keluarga kini memiliki sumber pendapatan tambahan.

Dari sisi ekonomi, penanaman pohon produktif seperti alpukat, mangga, dan durian menghasilkan nilai ekonomis tinggi.

Hasil panen tanaman ini tidak hanya menjadi pemasukan bagi kelompok masyarakat tetapi juga membuka peluang kerja baru.

Sementara itu, pada aspek lingkungan, fokus utama adalah pemulihan lahan kritis. Dengan meluasnya degradasi akibat illegal logging dan kebakaran hutan, program ini diharapkan mengurangi risiko banjir, longsor, dan kekeringan.

Penanaman mangrove di daerah pesisir juga menjadi langkah restorasi ekosistem laut yang krusial bagi keberlanjutan.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X