Kamis, 4 Juni 2026

Hujan 9 Jam di Merapi: BMKG Imbau Warga Waspada Bahaya di Kawasan Rentan

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Senin, 6 Januari 2025 | 05:00 WIB
Warga di kawasan rentan Gunung Merapi diimbau untuk waspada pasca kondisi cuaca tidak menentu. (Usplash/nadaputria)
Warga di kawasan rentan Gunung Merapi diimbau untuk waspada pasca kondisi cuaca tidak menentu. (Usplash/nadaputria)

SketsaNusantara.id - Hujan di kawasan Gunung Merapi menjadi perhatian penting pada Minggu 5 Januari 2025.

Curah hujan yang tinggi dan durasinya yang lama memunculkan sejumlah kekhawatiran. Tidak hanya bagi masyarakat yang tinggal di sekitar Merapi, tetapi juga mereka yang beraktivitas di sungai-sungai berhulu gunung tersebut.

Kawasan Merapi kerap menjadi sorotan ketika kondisi cuaca ekstrem melanda. Selain potensi erupsi, bahaya lain seperti lahar dingin dan awan panas guguran (APG) menjadi ancaman nyata.

Baca Juga: 4 KM dari Gunung Merapi Yogyakarta, Spot Terbaik Destinasi Wisata Liburan Natal dan Malam Tahun Baru 2025, Cuma 15 Ribu Sudah Bisa Camping

Perubahan cuaca yang tidak menentu di kawasan ini selalu menjadi tantangan bagi warga dan pihak berwenang. Apalagi, hujan yang tidak kunjung reda kerap memunculkan kekhawatiran akan kemungkinan terburuk.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan hujan mulai mengguyur kawasan Merapi sejak pukul 02.53 WIB.

“Curah hujan 52 milimeter, durasi 9 jam 7 menit. Hujan masih berlangsung saat ini, waspadai bahaya lahar di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi,” tulis keterangan resmi BPPTKG, Minggu 5 Januari 2025.

Baca Juga: Yogyakarta Punya Spot Piknik Gratis! Liburan Tahun Baru 2025 Jadi Makin Seru dengan Kemah dan View Merapi

Hingga siang hari, intensitas hujan masih cukup tinggi, dengan curah mencapai 52 milimeter selama lebih dari 9 jam. Kondisi ini meningkatkan risiko terjadinya lahar dingin, terutama di sungai-sungai berhulu Merapi.

BPPTKG mengimbau warga untuk menjauhi daerah bahaya dan tetap mematuhi rekomendasi resmi. Sungai-sungai seperti Kali Gendol, Kali Woro, dan Kali Boyong disebut sebagai area yang paling berisiko terkena aliran lahar dingin.

Aktivitas warga di sekitar aliran sungai tersebut diminta dihentikan hingga kondisi lebih aman.

Baca Juga: Rumah Juru Kunci Gunung Merapi Ini Disulap Jadi Museum di Kinahrejo, Masuk dalam Destinasi Wisata Favorit di Yogyakarta

Selain ancaman lahar dingin, BPPTKG juga meminta warga mewaspadai potensi awan panas guguran (APG) yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Potensi ini meningkat akibat curah hujan yang dapat memicu ketidakstabilan material vulkanik di puncak gunung.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X