SketsaNusantara.id - Mengawali tahun 2025, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tak hanya laksanakan makan bergizi gratis kini kembali membuat program gebrakan.
Program tersebut adalah cek kesehatan gratis atau screening kesehatan gratis untuk masyarakat.
Dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube tvOneNews, pemerintahan Prabowo Subianto mengalokasikan anggaran sebesar Rp 4,7 Triliun.
Baca Juga: 14 Triliun Utang UMKM Dihapus Prabowo untuk Wujudkan Komitmen Kuatkan Perekonomian Nasional
Anggaran itu akan diambil dari APBN pemerintah pada tahun 2025 sebagai bentuk program kesehatan untuk masyarakat.
Screening dan cek kesehatan gratis ini berlaku bagi seluruh anggota masyarakat, yang memiliki tujuan pencegahan penyakit dan mengutamakan kesehatan.
Hal itu dilakukan oleh presiden, berdasarkan prinsip bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati, dimana program ini konon akan dilakukan secara bertahap mulai bulan Februari 2024 mendatang.
Target program ini adalah 60 juta orang untuk tahun pertama dan 200 juta untuk 5 tahun.
Screening kesehatan gratis untuk masyarakat ini bisa dilakukan di seluru pusat kesehatan masyarakat, seperti Puskesmas dan tempat pelayanan kesehatan lainnya.
Hal itu dikonfirmasi oleh Herman Saputra, seorang ahli kesehatan masyarakat, bahwa program cek kesehatan atau screening kesehatan masyarakat gratis ini sebelumnya sudah dilakukan.
Namun pada pemerintahan Prabowo Subianto, program ini dilakukan akselerasi atau percepatan sebagai wujud dari transformasi pelayanan primer.
Transformai pelayanan primer sendiri merupakan program prioritas pemerintah pada bidang kesehatan.
Artikel Terkait
Prabowo Sapa Pemuka Agama di Natal Nasional: Doa Persatuan Menggetarkan Hati
Presiden Prabowo Sebut Tak Ada Libur karena Pemerintah Kerja Demi Kepentingan Rakyat
Prabowo Sebut Koruptor Boleh Bertobat, Tapi Jangan Lupakan Uang yang Dicuri
Tak Setuju Hukuman Ringan Harvey Moeis, Presiden Prabowo Subianto Sindir Hakim dan Sebut Angka Hukuman yang Pantas Untuknya
Jawab Sentilan Presiden Prabowo Subianto Terkait Hukuman Ringan Harvey Moeis, Kejagung Sebut Integrated Criminal Justice System, Apa itu?