Kamis, 4 Juni 2026

Program BRI Peduli Berdayakan Eks PMI Indramayu: Pelatihan Kewirausahaan dan Inovasi Produk Perikanan

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Minggu, 17 November 2024 | 08:32 WIB
BRI Peduli berdayakan eks pekerja migran Indonesia. (Dok. BRI)
BRI Peduli berdayakan eks pekerja migran Indonesia. (Dok. BRI)

 

SketsaNusantara.id - BRI melalui program BRI Peduli menunjukkan komitmennya untuk mendukung pemberdayaan eks Pekerja Migran Indonesia (PMI), khususnya di Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat.

Program ini menjadi langkah penting untuk membantu eks PMI mengatasi tantangan reintegrasi, seperti pengangguran, kesulitan ekonomi, serta minimnya akses modal dan sumber daya.

Indramayu, salah satu daerah asal PMI terbesar di Indonesia, memiliki lebih dari 19.000 eks PMI yang masih menghadapi berbagai kendala setelah kembali dari luar negeri, menurut data Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) tahun 2023.

Baca Juga: BRI Permudah Investasi Sukuk Tabungan ST013 Melalui BRImo

Untuk itu, pada 4-5 November 2024, sebanyak 25 eks PMI dari daerah ini mengikuti pelatihan kewirausahaan yang dirancang khusus untuk meningkatkan kompetensi dan potensi usaha mereka.

Pelatihan ini mencakup berbagai aspek penting, mulai dari membangun mental wirausaha, validasi produk sesuai kebutuhan konsumen, hingga pemasaran dan branding.

Peserta juga mendapatkan pelatihan praktis, seperti pengolahan produk perikanan berbasis hasil tangkapan lokal, serta manajemen keuangan dan legalitas usaha.

Baca Juga: Dukung Pemerintah Perangi Taruhan Online, BRI Blokir 3.003 Rekening Terindikasi Transaksi Judol

Menurut Wakil Direktur Utama BRI, Catur Budi Harto, program ini bertujuan memberikan eks PMI keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk memulai usaha atau mendapatkan pekerjaan layak di tanah air.'

“Dengan dukungan mentor yang berpengalaman, eks PMI memiliki kesempatan untuk mengembangkan usaha mereka atau bekerja di bidang yang sesuai dengan keterampilan mereka,” ujarnya.

Peserta program, seperti Rosidah, merasakan langsung manfaat pelatihan ini. Mantan pekerja migran di Malaysia selama empat tahun ini telah memulai usaha pengolahan hasil laut sejak 2017.

Baca Juga: Berdayakan Perempuan dengan Sejumlah Program, BRI Raih Penghargaan Indonesia WEPs Awards 2024

Usaha tersebut berawal dari keprihatinannya melihat melimpahnya bahan baku hasil tangkapan nelayan yang belum dimanfaatkan secara optimal. 

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X