Kamis, 4 Juni 2026

Strategi Unik BRI: Cara Sunarso Menekan Kredit Macet hingga Rasio NPL Turun

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Rabu, 13 November 2024 | 09:43 WIB
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) telah berhasil menurunkan rasio kredit bermasalahnya atau Non Performing Loan (NPL). (Dok. BRI)
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) telah berhasil menurunkan rasio kredit bermasalahnya atau Non Performing Loan (NPL). (Dok. BRI)

SketsaNusantara.id - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) berhasil menekan rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan atau NPL) menjadi 2,90% pada September 2024.

Angka ini lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun lalu, di mana NPL BRI tercatat 3,07%.

Direktur Utama BRI, Sunarso, menjelaskan strategi utama di balik keberhasilan tersebut.

Baca Juga: Rasio Kredit Bermasalah Menurun, BRI Terapkan Sistem Pengawasan Dini dan Penguatan Tim Recovery untuk Jaga Stabilitas Kredit

Sunarso menyoroti pentingnya menjaga kualitas aset sebagai prioritas.

Menurutnya, BRI menerapkan pendekatan komprehensif, yang dilakukan mulai dari tahap awal hingga akhir.

Di bagian front end, misalnya, tim pemasaran fokus mengembangkan kredit dengan selektif dan mempertajam kriteria penerimaan risiko. Proses underwriting juga diperketat dengan prinsip corporate governance yang lebih ketat.

Baca Juga: Bank Kustodian BRI Hadirkan Fitur Multi-share Class untuk Permudah Investasi Reksa Dana

"Pertama, adalah di front end, bagian pemasaran kita tekankan untuk tetap menumbuhkan kredit namun selektif dan kita perketat risk acceptance kriterianya dan juga proses underwriting-nya dengan penerapan prinsip-prinsip corporate governance yang lebih ketat," ungkap Sunarso di segmen Money Talks Power Lunch CNBC Indonesia, Selasa 5 November 2024.

Strategi BRI tidak berhenti di tahap awal. Di tahap mid end, portofolio kredit dalam neraca BRI terus dipantau agar tetap sehat.

Baca Juga: BRI Gelar Treasury Banking Summit, Dorong Kolaborasi untuk Penguatan Ekosistem Perbankan Nasional

BRI menerapkan risk awareness secara ketat, dengan melakukan pemantauan berkala. Setiap kuartal, BRI melaksanakan stress testing untuk mendeteksi gejolak yang mungkin terjadi dalam portofolio kredit mereka.

Sementara itu, untuk bagian back end, Sunarso menegaskan bahwa BRI memiliki pendekatan khusus dalam menangani kredit yang sudah macet.

BRI akan merestrukturisasi kredit yang tak bisa diselamatkan, bahkan melakukan early restructuring bila diperlukan.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X