Dalam kepercayaan agama Islam, fenomena langka seperti turunnya salju di Arab Saudi ini sering dikaitkan dengan tanda-tanda akhir zaman atau kiamat.
Dalam beberapa hadits disebutkan bahwa Rasulullah SAW pernah menyebutkan salah satu tanda mendekatnya kiamat yakni dengan adanya perubahan iklim yang tidak lazim, seperti munculnya sungai atau perubahan suhu di tanah Arab.
Karena itulah, fenomena Arab bersalju ini dianggap sebagai peringatan untuk semakin memperbaiki diri dan kembali pada ajaran agama.
Namun, beberapa orang memandang turunnya salju di padang pasir sebagai isyarat dari perubahan besar dalam alam semesta.
Menurut laporan Pusat Meteorologi Nasional (NCM) Uni Emirat Arab, hujan salju di Al-Jawf terjadi setelah serangkaian badai hujan deras dan hujan es yang melanda wilayah Arab Saudi dalam beberapa hari terakhir.
Sistem tekanan rendah yang berkembang di Laut Arab disinyalir membawa massa udara lembab yang, ketika bertemu dengan udara panas gurun, menciptakan kondisi yang mengakibatkan hujan, es, dan akhirnya diselimuti salju.
Para ilmuwan memandang kejadian ini dari sudut pandang perubahan iklim. Menurut beberapa ahli meteorologi, cuaca ekstrem di wilayah-wilayah yang biasanya kering adalah bagian dari pola perubahan iklim global.
Sistem cuaca yang tidak biasa, termasuk tekanan rendah di Laut Arab, mengindikasikan adanya peningkatan frekuensi fenomena cuaca ekstrem akibat perubahan pola suhu dan kelembaban di atmosfer bumi.
Selain itu, pakar klimatologi menyebut bahwa pemanasan global berdampak pada perubahan pola angin dan cuaca di seluruh dunia.
Hujan salju di gurun menunjukkan betapa dinamisnya perubahan iklim saat ini. Apa yang dulunya hampir mustahil, kini menjadi mungkin akibat ketidakseimbangan suhu global dan atmosfer.
"Salju di Kutub Utara sekarang sedang merangkak dan bergeser perlahan-lahan ke arah Semenanjung Arab," kata Professor Alfred Kroner, ahli geologi dari Institut Geosciences, Johannes Gutenberg University, Mainz, Jerman dikutip dari postingan akun X @jackvardan yang diunggah pada hari Sabtu, 2 November 2024.
"Era Salju Baru (new snow age) telah dimulai. Pada saat itu, iklim dataran Arab berubah dan menjadi salah satu daerah yang paling subur dan hijau di muka bumi. Ini merupakan fakta sains yang tidak bisa terbantahkan lagi," imbuhnya.
"Tanda-tanda akhir zaman" seperti yang terjadi di Arab Saudi bukan sekedar untuk menakut-nakuti, tetapi juga mengingatkan kita akan pentingnya menjaga lingkungan.
Sudah sepantasnya sebagai manusia memiliki tanggung jawab untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga keseimbangan alam.
Artikel Terkait
Aksi Heroik Maarten Paes Kontra Arab Saudi di Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia Round 3, Toreh Penyelamatan Terbanyak di MLS
Roberto Mancini Berdalih Selalu Sulit di Pertandingan Perdana, Eks Pelatih Man City Sebut Banyak Masalah di Internal Arab Saudi?
Update Ranking FIFA Timnas Indonesia Usai Tahan Imbang Arab Saudi di Kualifikasi Piala Dunia Round 3, Skuad Garuda Melesat!
Media Asing Turut Soroti Debut Marteen Paes di Pertandingan Timnas Indonesia Lawan Arab Saudi, Sebutkan Hal Ini...
Respons Media Vietnam Usai Timnas Indonesia Berhasil Tahan Imbang di Laga Kontra Lawan Arab Saudi, Akui Tak Menyangka Bila...