Minggu, 19 Juli 2026

BRI Optimis Dukung Kebijakan Ekonomi Hilirisasi dan Swasembada di Bawah Pemerintahan Baru

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Senin, 4 November 2024 | 10:59 WIB
Direktur BRI, Sunarso. (Dok. BRI)
Direktur BRI, Sunarso. (Dok. BRI)

SketsaNusantara.id -  PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) menyatakan kesiapan mendukung kebijakan ekonomi di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Melalui beberapa strategi, BRI akan memperkuat komitmennya pada arah kebijakan nasional yang berfokus pada hilirisasi, pembangunan ekonomi, serta ketahanan pangan dan energi.

Direktur Utama BRI, Sunarso, menjelaskan bahwa dukungan ini berpedoman pada dua kerangka utama.

Baca Juga: BRI Salurkan Kredit UMKM Rp1.105,70 Triliun hingga Triwulan III 2024, Mendukung Ekonomi Kerakyatan di Seluruh Indonesia

Pertama, kerangka tujuan nasional, yang difokuskan pada analisis rutin untuk memahami dampak kebijakan pemerintah.

Kedua, kerangka peluang bisnis yang muncul dari kebijakan tersebut, termasuk prospek dalam sektor hilirisasi dan swasembada.

Menurut analisis BRI, pertumbuhan ekonomi Indonesia harus mencapai 6% agar dapat keluar dari "middle-income trap."

Baca Juga: Jambore Nasional Tim Elang Relawan BRI 2024: Tingkatkan Kapasitas Relawan Tanggap Bencana untuk Hadapi Risiko Alam di Indonesia

Sementara pemerintah menargetkan pertumbuhan hingga 8%, yang selaras dengan ambisi BRI dalam mendorong ekonomi. Sunarso juga menekankan pentingnya kualitas sumber daya manusia (human capital) sebagai faktor penentu dalam mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

"Dan berdasarkan analisis kami, pasti ada data-data yang kita analisis, hasilnya adalah sebagai berikut. Pertama, jika Indonesia ingin keluar dari middle income trap, maka ekonomi kita, GDP (produk domestik bruto} kita, harus tumbuh minimal 6%, menurut hitungan BRI," ucap Sunarso pada saat press conference paparan kinerja BRI kuartal III-2024 secara virtual, Rabu 30 Oktober 2024.

BRI melihat swasembada pangan dan kecukupan nutrisi sebagai prioritas utama untuk meningkatkan kualitas human capital.

Upaya ini dinilai sejalan dengan visi pemerintah dalam memastikan ketersediaan dan kualitas pangan yang baik, yang secara langsung mendukung pengembangan SDM Indonesia.

Dalam mendukung program hilirisasi, BRI memandang proses penciptaan nilai tambah pada produk mineral dan agrikultur sebagai peluang untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja dan mendistribusikan pendapatan.

Melalui pengembangan industri hilir di sektor agrikultur, seperti pengolahan kelapa sawit menjadi produk minyak sawit dan oleokimia, BRI menilai potensi bisnis ini akan berdampak positif pada peningkatan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X