SketsaNusantara.id - Upaya menekan peredaran minuman keras ilegal terus dilakukan di Yogyakarta.
Pada 30 Oktober 2024, Polda DIY melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) menggelar operasi pengamanan besar-besaran.
Dalam operasi ini, ribuan botol minuman keras dari berbagai merek berhasil diamankan dari berbagai wilayah di DIY.
Baca Juga: Bahlil Disebut Rajin Sholat Buntut Foto Dirinya dengan Miras Beredar di Medsos
Operasi ini sejalan dengan Instruksi Gubernur DIY Nomor 5 Tahun 2024 yang dikeluarkan oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X.
Instruksi ini bertujuan memperkuat pengawasan dan pengendalian peredaran minuman beralkohol di seluruh DIY, termasuk penertiban miras ilegal yang berpotensi merusak ketertiban umum.
Pada operasi tersebut, Direskrimsus Polda DIY berhasil menyita 2.883 botol minuman keras dari dua lokasi utama.
Subdit 1 mengamankan sebanyak 2.178 botol miras golongan B dan C di sebuah toko di Jalan Monjali, Sleman.
Sedangkan Subdit 2 menyita 705 botol minuman beralkohol dari kawasan Prawirotaman, Yogyakarta, terdiri dari 324 botol golongan A, 319 botol golongan B, dan 62 botol golongan C.
Menurut Kombes Pol Idham Mahdi, penertiban ini akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah DIY.
Toko-toko yang terbukti menjual minuman keras tanpa izin langsung disegel dan diberi garis polisi.
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, mengeluarkan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 5 Tahun 2024 sebagai landasan pengawasan miras di DIY.
Artikel Terkait
Didukung Netizen 100 Persen, Demo ‘Jogja Memanggil’ Padati Jalan Malioboro, Aksi Damai Tolak RUU Pilkada
Berapa Harga Kos di Jogja? 5 Biaya Sewa Kosan Kurang dari Rp1 Juta per Bulan, Pilih Lokasi dan Fasilitas Sesuai Budget
Muncul Meme IShowSpeed Mirip Biografi Tokoh Keraton Jogja Era Zaman Dahulu, Publik: Raden Mas Speediningrat
Viral Seruan Boikot Food Vlogger Debiprt, Begini Kronologi Awal Mula Review Menu Rawon di Rumah Makan Jogja
Apa Akun Instagram Debiprt? Ini Profil Debi Pratama, Food Vlogger yang Ramai Diboikot Pengusaha Kuliner Jogja Lantaran Reviewnya yang Dinilai Ngawur