Ia dinilai telah menistakan agama karena secara tidak langsung menyebut Nabi Muhammad SAW pengangguran.
Baca Juga: Cara Pakai Fitur Repost Story di WhatsApp, Fitur Terbaru yang Mirip Instagram
“Ini masuk menistakan Nabi gak sih?
Mosok nabi dibilang pengangguran
Parah ini wakilnya RK,” tulis akun @MurtadhaOne1
“Solusi janda kaya menikah dengan pemuda nganggur aja salah. Pemuda nganggur dicarikan kerja, bukan menjadikan janda kaya jd "korban". Apalagi nyinggung kisah Nabi Muhammad SAW, yang BUKAN PEMUDA NGANGGUR saat menikah dgn Sayyidah Khadijah. Ini komen su'ul adab alias kurang ajar,” tulis akun @GunRomli
“Nabi Muhammad kenalan dengan Khadijah karena sama sama berniaga, jadi bukan pengangguran. Baru cawagub sudah menyesatkan,” tulis @bpsmgt.
Baca Juga: Berapa Tarif Bus Rosalia Indah? Viral Pencurian Laptop di Jalur Rawan Wonosobo-Bekasi
“Cawagub kok nyaranin warganya utk Mokondo?
Abis itu dia mencontohkan Nabi
Ini jelas-jelas ngawur!
Rasulullah BUKAN PENGANGGURAN saat menikah dengan Khadijah,” tulis akun @MurtadhaOne1
“Tapi Rasulullah SAW bukan pengangguran. Rasulullah sudah berdagang sejak usia anak-anak.
Lalu apakah bapak wagub ini berfikir Rasulullah menikahi umma Khajidah RA hanya karena kaya raya?
Astaghfirullah hal adzim, hisabmu nanti berat loh pak merendahkan rasulullah & istrinya,” tulis akun @Adristaa_Jeon.
"Demi Allah opininya Suswono soal janda nikahin pengangguran biar sejahtera itu jelek banget.
Disamainnya sama Nabi Muhammad pula.
Gila bgt penasaran gue pola pikirnya,” tulis akun @chachathaib.
“Program yang bisa bikin ngakak se-dunia. Para janda kaya jaga males lah punya suami pengangguran walau msh muda, mendingan sendiri
kalau Janda kaya itu kebanyakan kan pekerja keras, mau nikah biar saling membantu malah dikasih beban hidup,” tulis akun @kumifigo
Sementara itu, meski terus menuai kontroversi dari program-program yang tidak masuk akal, berdasarkan survei, elektabilitas pasangan Ridwan Kamil-Suswono unggul dibanding 2 paslon lainnya.
Baca Juga: Terjadi Lagi! Kronologi Penumpang Bus Rosalia Indah Kehilangan Laptop, Diganti Buku Tebal
Merujuk dari survei Poltracking Indonesia periode 10-16 Oktober 2024, elektabilitas pasangan Ridwan-Suswono mencapai 51,6 persen.
Lalu pasangan Pramono Anung-Rano Karno di posisi 2 dengan elektabilitas mencapai 35,4 persen.
Artikel Terkait
Profil Biodata Suswono, Cawagub di Pilkada Jakarta 2024 Pasangan Cagub Ridwan Kamil Resmi Daftar ke KPUD DKI
Ahmad Sahroni Dapat Penugasan Khusus, Riza Patria Ditunjuk Jadi Ketua Tim Sukses Pasangan Ridwan Kamil dan Suswono di Pilgub Jakarta
Sebelum Jadi Ketua Tim Sukses Ridwan Kamil-Suswono di Pilkada Jakarta 2024, Ahmad Riza Patria Ungkap Ditelpon Petinggi Gerindra, Siapa Saja?
Tak Direspons, Ridwan Kamil Hubungi Anies Baswedan untuk Silaturahmi, Suswono: Nanti Nunggu...
Profil Ahmad Riza Patria, Politisi Partai Gerindra yang Jadi Ketua Tim Sukses Ridwan Kamil - Suswono di Pilkada 2024
Survei LSI Elektabilitas Pasangan Ridwan Kamil-Suswono Unggul di Pilgub Jakarta 2024, Pramono dan Rano Enggan Ambil Pusing